<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>::: Blognya Abu Faizah Rizqi :::</title>
	<atom:link href="http://izkahubb.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://izkahubb.wordpress.com</link>
	<description>"Meniti Jalan Sunnah"</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jun 2009 07:10:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/08f0e128a1c2f471f17d9ac703c408cc?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>::: Blognya Abu Faizah Rizqi :::</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Menjadi Orang Asing di Dunia</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/25/menjadi-orang-asing-di-dunia/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/25/menjadi-orang-asing-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 10:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq & Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[TazkiyatunNufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[
Penulis : Syaikh Shalih bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh hafizhohulloh
Diterjemahkan dari Penjelasan Hadits Arba’in No. 40 Oleh : Abu Fatah Amrulloh
Murojaah : Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar
Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir”. Ibnu Umar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=648&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-650 aligncenter" title="musafir" src="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/musafir.jpeg?w=118&#038;h=89" alt="musafir" width="118" height="89" /></p>
<p style="text-align:center;">Penulis : <span style="color:#008000;">Syaikh Shalih bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh hafizhohulloh</span><br />
Diterjemahkan dari Penjelasan Hadits Arba’in No. 40 Oleh : <span style="color:#008000;">Abu Fatah Amrulloh</span><br />
Murojaah : <span style="color:#008000;">Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar</span></p>
<blockquote><p>Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: <em>“Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir”. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati”</em> (HR. Bukhori)</p></blockquote>
<p><strong><span id="more-648"></span>Penjelasan</strong><br />
Hadits ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berisi nasihat nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada beliau. Hadits ini dapat menghidupkan hati karena di dalamnya terdapat peringatan untuk menjauhkan diri dari tipuan dunia, masa muda, masa sehat, umur dan sebagainya.</p>
<p>Ibnu Umar berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku”, hal ini menunjukkan perhatian yang besar pada beliau, dan saat itu umur beliau masih 12 tahun. Ibnu Umar berkata: “beliau pernah memegang kedua pundakku”. Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau penyeberang jalan”. Jika manusia mau memahami hadits ini maka di dalamnya terkandung wasiat penting yang sesuai dengan realita. Sesungguhnya manusia (Adam –pent) memulai kehidupannya di surga kemudian diturunkan ke bumi ini sebagai cobaan, maka manusia adalah seperti orang asing atau musafir dalam kehidupannya. Kedatangan manusia di dunia (sebagai manusia) adalah seperti datangnya orang asing. Padahal sebenarnya tempat tinggal Adam dan orang yang mengikutinya dalam masalah keimanan, ketakwaan, tauhid dan keikhlasan pada Alloh adalah surga. Sesungguhnya Adam diusir dari surga adalah sebagai cobaan dan balasan atas perbuatan maksiat yang dilakukannya. Jika engkau mau merenungkan hal ini, maka engkau akan berkesimpulan bahwa seorang muslim yang hakiki akan senantiasa mengingatkan nafsunya dan mendidiknya dengan prinsip bahwa sesungguhnya tempat tinggalnya adalah di surga, bukan di dunia ini. Dia berada pada tempat yang penuh cobaan di dunia ini, dia hanya seorang asing atau musafir sebagaimana yang disabdakan oleh Al Musthofa shalallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Betapa indah perkataan Ibnu Qoyyim rohimahulloh ketika menyebutkan bahwa kerinduan, kecintaan dan harapan seorang muslim kepada surga adalah karena surga merupakan tempat tinggalnya semula. Seorang muslim sekarang adalah tawanan musuh-musuhnya dan diusir dari negeri asalnya karena iblis telah menawan bapak kita, Adam ‘alaihissalam dan dia melihat, apakah dia akan dikembalikan ke tempat asalnya atau tidak. Oleh karena itu, alangkah bagusnya perkataan seorang penyair:</p>
<p>نقل فؤادك حيث شئت من الهوى مـا الحـب إلا للحبيب الأول</p>
<p><em>Palingkan hatimu pada apa saja yang kau cintai<br />
Tidaklah kecintaan itu kecuali pada cinta pertamamu<br />
Yaitu Alloh jalla wa ‘ala</em></p>
<p>كم منزل في الأرض يألفه الفتى وحنينـــه أبــدا لأول مــنزل</p>
<p>Berapa banyak tempat tinggal di bumi yang ditempati seseorang<br />
Dan selamanya kerinduannya hanya pada tempat tinggalnya yang semula Yaitu surga</p>
<p>Demikianlah, hal ini menjadikan hati senantiasa bertaubat dan tawadhu kepada Alloh jalla wa ‘ala. Yaitu orang yang hati mereka senantiasa bergantung pada Alloh, baik dalam kecintaan, harapan, rasa cemas, dan ketaatan. Hati mereka pun selalu terkait dengan negeri yang penuh dengan kemuliaan yaitu surga. Mereka mengetahui surga tersebut seakan-akan berada di depan mata mereka. Mereka berada di dunia seperti orang asing atau musafir. Orang yang berada pada kondisi seakan-akan mereka adalah orang asing atau musafir tidak akan merasa senang dengan kondisinya sekarang. Karena orang asing tidak akan merasa senang kecuali setelah berada di tengah-tengah keluarganya. Sedangkan musafir akan senantiasa mempercepat perjalanan agar urusannya segera selesai.</p>
<p>Demikianlah hakikat dunia. Nabi Adam telah menjalani masa hidupnya. Kemudian disusul oleh Nabi Nuh yang hidup selama 1000 tahun dan berdakwah pada kaumnya selama 950 tahun,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَاماً</p>
<p><em>“Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun”</em> (QS Al Ankabut: 14)</p></blockquote>
<p>Kemudian zaman beliau selesai dan telah berlalu. Kemudian ada lagi sebuah kaum yang hidup selama beberapa ratus tahun kemudian zaman mereka berlalu. Kemudian setelah mereka, ada lagi kaum yang hidup selama 100 tahun, 80 tahun, 40 tahun 50 tahun dan seterusnya.<br />
Hakikat mereka adalah seperti orang asing atau musafir. Mereka datang ke dunia kemudian mereka pergi meninggalkannya. Kematian akan menimpa setiap orang. Oleh karena itu setiap orang wajib untuk memberikan perhatian pada dirinya. Musibah terbesar yang menimpa seseorang adalah kelalaian tentang hakikat ini, kelalaian tentang hakikat dunia yang sebenarnya. Jika Alloh memberi nikmat padamu sehingga engkau bisa memahami hakikat dunia ini, bahwa dunia adalah negeri yang asing, negeri yang penuh ujian, negeri tempat berusaha, negeri yang sementara dan tidak kekal, niscaya hatimu akan menjadi sehat. Adapun jika engkau lalai tentang hakikat ini maka kematian dapat menimpa hatimu. Semoga Alloh menyadarkan kita semua dari segala bentuk kelalaian.</p>
<p>Kemudian Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhuma melanjutkan dengan berwasiat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء</p>
<p><em>“Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada pagi hari jangan menunggu datangnya sore.”</em></p></blockquote>
<p>Yaitu hendaklah Anda senantiasa waspada dengan kematian yang datang secara tiba-tiba. Hendaklah Anda senantiasa siap dengan datangnya kematian. Disebutkan dari para ulama salaf dan ulama hadits bahwa jika seseorang diberi tahu bahwa kematian akan datang kepadanya malam ini, maka belum tentu dia dapat menambah amal kebaikannya.</p>
<p>Jika seseorang diberi tahu bahwa kematian akan datang kepadanya malam ini, maka belum tentu dia dapat menambah amal kebaikannya. Hal ini dapat terjadi dengan senantiasa mengingat hak Alloh. Jika dia beribadah, maka dia telah menunaikan hak Alloh dan ikhlas dalam beribadah hanya untuk Robbnya. Jika dia memberi nafkah pada keluarganya, maka dia melakukannya dengan ikhlas dan sesuai dengan syariat. Jika dia berjual beli, maka dia akan melakukan dengan ikhlas dan senantiasa berharap untuk mendapatkan rezeki yang halal. Demikianlah, setiap kegiatan yang dia lakukan, senantiasa dilandasi oleh ilmu. Ini adalah keutamaan orang yang memiliki ilmu, jika mereka bertindak dan berbuat sesuatu maka dia akan senantiasa melandasinya dengan hukum syariat. Jika mereka berbuat dosa dan kesalahan, maka dengan segera mereka akan memohon ampunan. Maka dia akan seperti orang yang tidak berdosa setelah beristigfar. Ini adalah kedudukan mereka. Oleh karena itu Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhuma mengatakan:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري</p>
<p><em>“Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati”</em> (HR. Bukhori)</p></blockquote>
<p><strong>Sumber : <a href="http://muslim.or.id" target="_blank">muslim.or.id</a> </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/648/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=648&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/25/menjadi-orang-asing-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/musafir.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">musafir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah? &#8211; 03</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah-03/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah-03/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 14:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq & Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[TazkiyatunNufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[
Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah?
 -Bersih Dari Menerima Sogokan dan Hadiah-
 

Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad

[8]. PEGAWAI MENDAHULUKAN YANG DAHULU DALAM BERURUSAN
Termasuk sikap adil dan  insaf ; hendaknya seorang pegawai tidak mengahirkan orang yang duluan dari  orang-orang yang berurusan, atau mendahulukan orang yang belakangan. Akan tetapi  ia mendahulukan berdasarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=644&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-645" title="meja-kerja3" src="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/meja-kerja3.jpeg?w=109&#038;h=117" alt="meja-kerja3" width="109" height="117" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah?</span></strong><strong><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></strong><strong><span style="color:#0000ff;"> -Bersih Dari Menerima Sogokan dan Hadiah-</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> </span></strong>
</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad</span></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p align="justify"><strong>[8]. PEGAWAI MENDAHULUKAN YANG DAHULU DALAM BERURUSAN</strong><br />
Termasuk sikap adil dan  insaf ; hendaknya seorang pegawai tidak mengahirkan orang yang duluan dari  orang-orang yang berurusan, atau mendahulukan orang yang belakangan. Akan tetapi  ia mendahulukan berdasarkan urusan yang terdahulu. Dalam hal yang seperti ini  memudahkan pegawai dan orang-orang yang berurusan.<span id="more-644"></span></p>
<p>Telah datang dalam  sunnah Rasulullah apa yang menunjukkan atas itu. Dari Abu Hurairah, ia berkata,  <em>“Ketika Nabi di suatu majelis berbicara kepada orang-orang, datanglah seorang  Arab badui lantas berkata. ‘Kapan terjadinya Kiamat? Rasulullah terus berbicara,  sebagian orang berkata, ‘Beliau mendengar apa yang dikatakannya dan beliau  membencinya’, sebagian lain mengatakan, ‘Bahkan ia tidak mendengar’, sehingga  tatkala beliau menyelesaikan pembicaraannya beliau berkata, ‘Mana orang yang  bertanya tentang hari Kiamat?’ Ia berkata, ‘Ini aku wahai Rasulullah’, Rasul  bersaba, ‘Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari Kiamat’. Ia  bertanya lagi, ‘Bagaimana menyia-nyiakannya?’ Beliau menjawab, ‘Apabila  diserahkan urusan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah hari Kiamat”</em> [Diriwayatkan Al-Bukhari]</p>
<p>Hadits ini menunjukkan bahwasanya Rasulullah  tidak menjawab si penanya tentang hari Kiamat melainkan setelah ia selesai  berbicara kepada orang-orang yang telah mendahuluinya. Al-Hafidz Ibnu Hajar  berkata dalam uraiannya, “Disimpulkan darinya memberi pelajaran berdasarkan yang  duluan, dan begitu juga dalam fatwa-fatwa, urusan pemerintahan dan lain  sebagainya”.</p>
<p>Dan disebutkan dalam biografi Abu Ja’far Muhammad bin Jarir  Ath-Thabari di kitab Lisanul Mizan karangan Al-Hafizh Ibnu Hajar, “Dan Ibnu  Asakir mengeluarkan dari jalan Abu Ma’bad Utsman bin Ahmad Ad-Dainuri ia  berkata, ‘Aku menghadiri majelis Muhammad bin Jarir dan hadir juga menteri  Al-Fadhal bin Ja’far bin Al-Furat, dan dia telah didahului oleh seseorang. Maka  berkata Ath-Thabari kepada orang tersebut, ‘Tidakkah engkau ingin membaca?’ Maka  ia menunjuk kepada si menteri. Maka Ath-Thabari berkata, ‘Apabila giliran  untukmu maka janganlah engkau terganggu oleh Dajlah (nama sungai) atau Efrat  (Al-Furat)’. Aku katakan, “Dan ini sebagian dari keunikan dan kemahiran  bahasanya serta tidak tertariknya ia pada anak-anak dunia”.</p>
<p><strong>[9]. PEGAWAI  HARUS MEMILIKI SIFAT IFFAH (MENJAGA KEHORMATAN) DAN BERSIH DARI MENERIMA SOGOKAN  DAN HADIAH.</strong><br />
Setiap pegawai wajib menjadi seorang yang menjaga kehormatan  dirinya, berjiwa mulia dan kaya hati. Jauh dari memakan harta-harta manusia  dengan batil, dari apa-apa yang diberikan kepadanya berupa suap walau dinamakan  dengan hadiah. Karena apabila dia mengambil harta manusia dengan tanpa hak  berarti ia memakannya dengan batil, dan memakan harta dengan cara batil  merupakan salah satu sebab tidak dikabulkannya do’a.</p>
<p>Muslim meriwayatkan  di dalam shahihnya (1015) dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah telah  bersabda,</p>
<p><em>“Sesungguhnya yang pertama busuk dari manusia adalah perutnya,  maka barangsiapa yang sanggup untuk tidak memakan melainkan yang baik maka  lakukanlah, dan barangsiapa yang bisa untuk tidak dihalangi antara dia dan surga  walau dengan segenggam darah yang ditumpahkannya maka lakukanlah”</em></p>
<p>Dan  yang juga diriwayatkannya (2083) dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda.</p>
<p><em>“Sungguh akan datang pada manusia suatu zaman di mana  seseorang tidak peduli dengan cara apa dia mengambil harta, apakah dari yang  halal atau dari yang haram”.</em></p>
<p>Menurut orang-orang yang mengambil harta  tanpa peduli ini ; bahwasanya yang halal adalah yang berada di tangan dan yang  haram adalah yang tidak sampai ke tangan. Adapun yang halal dalam Islam adalah  apa yang telah dihalalkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan yang haram adalah yang  telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Telah datang dalam sunnah  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hadits-hadits yang menunjukkan  dilarangnya aparat pekerja dan pegawai mengambil sesuatu dari harta walaupun  dinamakan hadiah, diantaranya hadits Abi Sa’id Hamid As-Saidi, ia  berkata.</p>
<p><em>“Artinya : Rasulullah mempekerjakan seseorang dari suku Al-Asad,  namanya Ibnul Latbiyyah untuk mengumpulkan zakat, maka tatkala ia telah kembali  ia berkata, ‘Ini untuk engkau dan ini untukku dihadiahkan untukku’. Ia (Abu  Hamid) berkata, ‘Maka Rasulullah berdiri di atas mimbar, lalu memuja dan memuji  Allah dan bersabda, ‘Kenapa petugas yang aku utus lalu ia mengatakan, ‘Ini  adalah untuk kalian dan ini dihadiahkan untukku?! Kenapa dia tidak duduk di  rumah bapaknya atau rumah ibunya sehingga dia melihat apakah dihadiahkan  kepadanya atau tidak?! Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah  seorangpun dari kalian menerima sesuatu darinya melainkan ia datang pada hari  Kiamat sambil membawanya di atas lehernya onta yang bersuara, atau sapi yang  melenguh atau kambing yang mengembik’, kemudian beliau mengangkat kedua  tangannya sampai kami melihat putih kedua ketiaknya, kemudian bersabda dua kali,  ‘Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan?”</em> [Diriwayatkan Al-Bukhari 7174 dan  Muslim 1832 dan ini adalah lafazhnya]</p>
<p>Dan di dalam shahih Bukhari (3073)  dan shahih Muslim (1831) –dan dengan lafazhnya- dari Abu Hurairah, ia  berkata.</p>
<p><em>“Artinya : Rasulullah berbicara kepada kami pada suatu hari,  maka beliau menyebutkan Ghulul [1] dan beliau menganggapnya perkara yang besar,  kemudian ia berkata, ‘Aku akan temui salah seorang kalian yang datang pada hari  Kiamat di atas lehernya ada onta yang bersuara, ia berkata, ‘Hai Rasulullah,  tolonglah aku’, maka aku (Rasulullah) mengatakan, ‘Aku tidak mampu berbuat  apa-apa untukmu sedikitpun, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku tidak  temui salah seorang dari kalian datang pada hari Kiamat dengan kuda di atas  pundaknya yang memiliki hamhamah (suara), lantas ia berkata, ‘Hai Rasulullah!  Bantulah aku’, maka aku berkata, ‘Aku tidak bisa membantu sedikitpun, sungguh  aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku tidak dapatkan salah seorang darimu datang  pada hari Kiamat dengan kambing yang mengembik diatas pundaknya seraya berkata,  ‘Hai Rasulullah! Tolonglah aku’, Maka aku menjawab, ‘Aku tidak mampu berbuat  apa-apa untukmu, aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku akan dapatkan salah  seorang dari kalian datang pada hari Kiamat dengan membawa jiwa yang menjerit,  lantas ia berkata, ‘Hai Rasulullah! Tolonglah aku’, Maka aku berkata, ‘Aku tidak  memiliki apa-apa untukmu, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu’, Aku akan  mendapatkan salah seorang dari kalian datang pada hari Kiamat dengan pakaian  diatas pundaknya ada shamit (emas dan perak), lalu ia berkata, ‘Hai Rasulullah!  Tolonglah aku’, maka aku akan menjawab, ‘Aku tidak memiliki apa-apa untukmu,  sungguh aku telah menyampaikan kepadamu”.</em></p>
<p>Riqa di dalam hadits ini  maksudnya adalah pakaian dan shamit adalah emas dan perak.</p>
<p>Diantaranya  hadits Abu Hamid As-Sa’di, bahwasanya Rasulullah bersabda.</p>
<p><em>“Artinya :  hadiah-hadiah para pekerja adalah ghulul (khianat)”.</em></p>
<p>Diriwyatkan oleh  Ahmad (23601) dan lainnya, dan lihat takhrijnya di kitab Irwa Al-Ghalil oleh  Al-Albani (2622), dan ini semakna dengan hadits yang telah lalu dalam kisah Ibnu  Al-Latbiyyah.</p>
<p>Diantaranya hadits Adi bin Umairah, ia berkata, “Aku  mendengar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda.</p>
<p><em>“Artinya : Barangsiapa diantara kalian yang kami pekerjakan  atas suatu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan dari kami satu jarum atau yang  lebih kecil, maka dia adalah ghulul dan ia akan datang dengannya pada hari  Kiamat”</em> [Dikeluarkan oleh Muslim]</p>
<p>Diantaranya hadits Buraidah dan Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.</p>
<p><em>“Artinya : Barangsiapa  yang kami pekerjakan atas suatu pekerjaan, lalu kami memberinya bagian, maka apa  yang diambilnya setelah itu adalah perbuatan khianat”</em> [Diriwayatkan oleh Abu  Dawud dengan isnad shahih, dan dishahihkan oleh Al-Albani]</p>
<p>Dan dalam  biografi Iyadh bin Ghanam dari kitab Shifatush Shafwah oleh Ibnul Jauzi (1/277),  ketika itu ia sebagai gubernur Himsh dalam pemerintahan Umar, bahwasanya ia  berkata kepada sebagian kerabatnya dalam sebuah kisah yang panjang, ‘Demi Allah!  Jika aku digergaji lebih aku sukai daripada aku berkhianat seperak uang atau aku  melampaui batas!”.</p>
<p>Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar membimbing  setiap pegawai dan pekerja dari kaum muslimin untuk menunaikan pekerjaannya  sesuai dengan yang diridhai Allah Tabaraka wa Ta’ala, dan ia mendapatkan pahala  serta akhir yang terpuji di dunia dan akhirat.</p>
<p>Dan semoga Allah  bershalawat dan salam serta memberikati hamba-Nyadan rasul-Nya, nabi kita  Muhammad dan atas keluarga serta shahabat-shahabatnya.</p>
<p>[Disalin dari  kitab Kaifa Yuaddi Al-Muwazhzhaf Al-Amanah, Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin  Hamad Al-Abad, Penerjemah Agustimar Putra, Penerbit Darul Falah, Jakarta  2006]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[1]. Al-Ghulul maksudnya perbuatan curang  dan yang dimaksud hadits ini adalah mengmbil ghanimah (rampasan perang) dengan  sembunyi-sembunyi sebelum dibagikan (pen).</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2218/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2218/slash/0</a><br />
<strong><br />
</strong></p>
<p><strong></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/644/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=644&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah-03/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/meja-kerja3.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">meja-kerja3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah? &#8211; 02</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah-02/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah-02/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 13:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq & Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[TazkiyatunNufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[
Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah?
 -Kriteria Memilih Pekerja dan Pegawai-
 

Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad
[5]. KRITERIA-KRITERIA MEMILIH PEKERJA DAN PEGAWAI
Landasan dalam memilih  seorang pegawai atau pekerja hendaklah ia seorang yang kuat lagi amanah. Karena  dengan kekuatan ia sanggup melaksanakan pekerjaan yang diembankan kepadanya, dan  dengan amanah ia menunaikan sesuai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=625&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-626" title="meja-kerja2" src="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/meja-kerja2.jpeg?w=127&#038;h=96" alt="meja-kerja2" width="127" height="96" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah?</span></strong><strong><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></strong><strong><span style="color:#0000ff;"> -Kriteria Memilih Pekerja dan Pegawai-</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> </span></strong>
</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad</span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>[5]. KRITERIA-KRITERIA MEMILIH PEKERJA DAN PEGAWAI</strong></p>
<p>Landasan dalam memilih  seorang pegawai atau pekerja hendaklah ia seorang yang kuat lagi amanah. Karena  dengan kekuatan ia sanggup melaksanakan pekerjaan yang diembankan kepadanya, dan  dengan amanah ia menunaikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan  amanah ia akan meletakkan perkara-perkara pada tempatnya. Dan dengan kekuatan ia  sanggup menunaikan kewajibannya.<span id="more-625"></span></p>
<p align="justify">Allah telah memberitakan tentang salah  seorang putri penduduk Madyan bahwasanya ia berkata kepada bapaknya tatkala Musa  mengambilkan air untuk keduanya.</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Ya bapakku, ambillah ia  sebagai orang yang bekerja kepada kita. Karena sesungguhnya orang yang paling  baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat  dipercaya”</em> [Al-Qashash : 26]</p>
<p align="justify">Dan Allah berfirman tentang Ifrit dari  bangsa Jin yang mengutarakan kesanggupannya kepada Sulaiman Alaihissalam untuk  mendatangkan singgasana Balqis.</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Aku akan datang kepadamu  dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu  ; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”</em> [An-Naml : 39]</p>
<p align="justify">Maknanya, ia menggabungkan antara kemampuannya untuk  membawa dan mendatangkannya serta menjaga apa yang dibawanya.</p>
<p>Allah juga  telah menceritakan tentang Yusuf Alaihissalam bahwasanya ia berkata kepada  raja.</p>
<p><em>“Artinya : Jadikanlahlah aku bendaharawan negara (Mesir).  Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan” </em>[Yusuf :  55]</p>
<p>Lawan dari kuat dan amanah adalah lemah dan khianat. Dan itu alasan  untuk tidak memilih seseorang dalam bekerja dan sebab-sebab sebenarnya untuk  mecopotnya dari pekerjaan.</p>
<p>Tatkala Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu  ‘anhu menjadikan Sa’ad bin Abi Waqqash sebagai gubernur Kufah, dan sebagian  orang-orang jahil negeri itu mencelanya di sisi Umar, maka Umar memandang  maslahah dengan mencopotnya dari jabatan untuk menjaga dari terjadinya fitnah  dan agar tidak seorangpun dari mereka mengganggunya. Akan tetapi Umar ketika  sakit menjelang wafatnya telah menentukan enam orang shahabat Rasulullah yang  dipilih dari mereka seorang yang akan menjabat khalifah setelahnya. Di antara  mereka adalah Sa’ad bin Abi Waqqash, lantas Umar khawatir bahwa pencopotannya  dari jabatan gubernur Kufah disangka karena ketidaklayakannya memimpin, maka  umar menepis prasangka tersebut dengan perkataannya, <em>“Jika kepemimpinan jatuh  kepada Saad, maka dia layak untuk itu. Dan jika tidak hendaklah siapa pun dari  kalian yang menjadi pemimpin meminta bantuannya, karena sesungguhnya aku tidak  mencopotnya karena kelemahan dan khianat”</em> [Diriwayatkan Al-Bukhari :  3700]</p>
<p>Dan didalam Shahih Muslim : (1825)</p>
<p>Dari Abu Dzar, ia berkata,  <em>“Aku berkata, ‘Hai Rasulullah! Tidaklah engkau memperkerjakan aku?’ Ia berkata,  ‘Maka beliau menepuk pundakku dengan tanggannya kemudian bersabda, ‘Hai Abu  Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya pekerjaan itu adalah amanah,  dan sesungguhnya ia adalah kehinaan dan penyesalan di hari Kiamat kecuali orang  yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban padanya”.</em></p>
<p>Dalam  riwayat lain di Shahih Muslim (1826)</p>
<p>Dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, <em>&#8220;Hai Abu Dzar sesungguhnya aku melihatmu  lemah dan sesungguhnya aku mencintai untukmu apa yang kucintai untuk diriku,  janganlah sekali-kali engkau memimpin dua orang dan janganlah sekali-kali engkau  mengurus harta anak yatim”</em>.</p>
<p><strong>[6]. ATASAN ADALAH TELADAN BAGI BAWAHANNYA  DALAM BERSUNGGUH-SUNGGUH ATAU MALAS</strong></p>
<p>Apabila para atasan pegawai melaksanakan  kewajiban-kewajiban mereka dengan sempurna, pegawai-pegawai yang menjadi  bawahannya akan mecontoh mereka. Dan setiap pemimpin dalam suatu pekerjaan akan  diminta pertanggung jawabannya terhadap dirinya dan orang-orang yang  dipimpinnya.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda.</p>
<p><em>“Artinya : Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta  pertanggung jawabannya tentang apa yang dipimpinnya. Seorang amir yang memimpin  manusia, ia memimpin mereka dan akan diminta pertanggung jawabannya tentang  mereka, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan ia akan diminta  pertangung jawabannya tentang mereka, dan seorang wanita adalah pemimpin atas  rumah suami dan anaknya, dia akan diminta pertanggung jawabannya tentang mereka  dan seorang budak pemimpin atas harta tuannya dan dia akan diminta pertanggung  jawabannya terhadapnya, ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap  kalian akan diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpinnya”</em> [Diriwayatkan Al-Bukhari ; 2554 dan Muslim : 1829 dari Abdullah bin Umar  Radhiyallahu ‘anhuma]</p>
<p>Dan apabila para atasan menjaga pekerjaan-pekerjaan  dalam segala waktu-waktunya, mereka akan menjaga teladan yang baik bagi  orang-orang yang mereka pimpin.</p>
<p>Seorang penyair berkata.</p>
<p><em>“Dan  engkau selama melakukan yang engkau perintahkan niscaya orang yang engkau  perintahkan melakukannya”.</em></p>
<p>Maknanya, apabila engkau memerintahkan orang  lain dari bawahanmu agar melakukan kewajibannya, dan engkau terlebih dahulu  menunaikan kewajiban, maka sesungguhnya orang yang selainmu akan mematuhimu dan  melaksanakan apa yang engkau perintahkan kepadanya.</p>
<p><strong>[7]. PERLAKUAN  PEGAWAI KEPADA ORANG LAIN SEPERTI APA IA INGIN DIPERLAKUKAN.</strong></p>
<p>Nasihat memiliki  kedudukan yang agung di dalam Islam, oleh karenanya Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p><em>“Artinya : Agama adalah nasihat’, kami  berkata, ‘Untuk siapa?’, Beliau bersabda, ‘Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan  para pemimpin kaum muslimin serta sesama mereka”</em> [Diriwayatkan oleh Muslim 55  dari Abu Tamim bin Aus Ad-Dari Radhiyallahu ‘anhu]</p>
<p>Dan berkata Jarir bin  Abdullah Al-Bajali Radhiyallahu anhu, <em>“Aku telah berba’iat kepada Rasulullah  atas mendirikan shalat, membayar zakat dan menasihati untuk setiap Muslim”</em> [Diriwayatkan Al-Bukhari 57 dan Muslim 56]</p>
<p>Sebagaimana seorang pegawai  atau karyawan apabila ia punya kebutuhan pada yang lain, orang lain itu wajib  memperlakukannya dengan mu’amalah yang baik. Maka wajib pula atasnya untuk  memperlakukan orang lain dengan mu’amalah hasanah (perlakuan yang  baik).</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah  bersabda.</p>
<p><em>“Artinya : Maka barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api  nereka dan masuk surga, hendaklah ia meninggal sedang ia beriman kepada Allah  dan hari akhir, dan hendaklah ia memperlakukan manusia sebagaimana ia ingin  diperlakukan”</em> [Diriwayatkan oleh Muslim]</p>
<p>Dalam hadits yang panjang dari  Abdullah bin Amr. Dan maknanya adalah perlakukanlah manusia sebagaimana engkau  ingin diperlakukan.</p>
<p>Rasulullah bersabda.</p>
<p><em>“Artinya : Tidak sempurna  keimanan salah seorang dari kalian sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa  yang ia cintai untuk dirinya sendiri”</em> [Diriwayatkan Al-Bukhari 13 dan Muslim 45  dari Anas]</p>
<p>Allah Ta’ala telah mencela orang yang memperlakukan orang lain  tidak seperti ia ingin diperlakukan dalam firman-Nya.</p>
<p><em>“Artinya :  Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila  menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka  menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”</em> [Al-Muthaffifin :  1-3]</p>
<p>Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda.</p>
<p><em>“Artinya : Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian  durhaka kepada para ibu, pelit dan rakus, menguburkan anak perempuan  hidup-hidup, dan membenci untuk kalian tiga perkara yaitu ; kata-kata omong  kosong, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta”</em> [Diriwayatkan Al-Bukhari 2408  dan Muslim 593 dari Al-Mughirah bin Syu’bah]</p>
<p>Di dalam hadits ini terdapat  celaan terhadap yang rakus lagi pelit, yang mengambil dan tidak  memberi.</p>
<p>Allah telah mngingatkan wali-wali anak-anak yatim bahwasanya  mereka khawatir terhadap anak keturunan mereka yang kecil-kecil kalau mereka  tinggalkan. Allah berfirman.</p>
<p><em>“Artinya : Dan hendaklah takut kepada Allah  orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang  lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu,  hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan  perkataan yang benar”</em> [An-Nisa ; 9]</p>
<p>Maknanya, sebagaimana mereka ingin  anak-anak keturunan mereka nantinya diperlakukan dengan baik, maka wajib atas  mereka untuk berlaku baik terhadap anak-anak yatim yang mereka menjadi wali  atasnya.</p>
<p>[Disalin dari kitab Kaifa Yuaddi Al-Muwazhzhaf Al-Amanah,  Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad, Penerjemah Agustimar Putra,  Penerbit Darul Falah, Jakarta 2006]</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2217/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2217/slash/0</a></p>
<p><strong></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/625/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=625&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah-02/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/meja-kerja2.jpeg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">meja-kerja2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah? &#8211; 01</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah-01/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah-01/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 13:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq & Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[TazkiyatunNufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[
Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah?
 -Menjaga Jam Kerja Untuk Kepentingan Pekerjaan-
 

Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad
MUKADIMAH
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas  penyempurna dan pelengkap agama dan penghulu para rasul serta imam orang-orang  yang bertaqwa nabi kita, Muhammad dan atas keluarga serta shahabat-shahabatnya  dan orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=622&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-623" title="meja-kerja" src="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/meja-kerja.jpeg?w=128&#038;h=95" alt="meja-kerja" width="128" height="95" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Bagaimana Menjadi Pegawai Yang Amanah?</span></strong><strong><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></strong><strong><span style="color:#0000ff;"> -Menjaga Jam Kerja Untuk Kepentingan Pekerjaan-</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> </span></strong>
</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad</span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>MUKADIMAH</strong><br />
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas  penyempurna dan pelengkap agama dan penghulu para rasul serta imam orang-orang  yang bertaqwa nabi kita, Muhammad dan atas keluarga serta shahabat-shahabatnya  dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat. Amma  ba’du</p>
<p>Ini adalah risalah singkat berupa nasihat untuk para pegawai dan  karyawan dalam menunaikan pekerjaan-pekerjaan yang diamanahkan kepada mereka.  Aku menulisnya dengan harapan agar mereka mendapat manfaat darinya, dan supaya  mambantu mereka untuk mengikhlaskan niat-niat mereka serta bersungguh-sungguh  dalam bekerja dan menjalankan kewajiban-kewajiban mereka. Aku memohon kepada  Allah agar semua mendapatkan taufik dan bimbingan-Nya.<span id="more-622"></span></p>
<p><strong>[1]. AYAT-AYAT  MENGENAI KEWAJIBAN MENUNAIKAN AMANAH</strong><br />
Diantara ayat-ayat mengenai kewajiban  menunaikan amanah dan larangan berkhianat adalah firman Allah Azza wa  Jalla.
</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menunaikan  amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila kalian  menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil.  Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.  Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”</em>. [An-Nisa :  58]</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan  mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi  sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan  barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak  Kami memberi kepada-Nya pahala yang besar”</em> [An-Nisa : 114]</p>
<p align="justify">Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat ini, “Allah Ta’ala memberitakan  bahwasanya Ia memerintahkan untuk menunaikan amanah-amanah kepada ahlinya. Di  dalam hadits yang hasan dari Samurah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda.</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Tunaikan amanah kepada orang yang memberi  amanah kepadamu, dan janganlah kamu menghianati orang yang mengkhianatimu”</em> [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ahlussunnan]</p>
<p align="justify">Dan ini mencakup semua  bentuk amanah-amanah yang wajib atas manusia mulai dari hak-hak Allah Azza wa  Jalla atas hamba-hamba-Nya seperti : shalat, zakat, puasa, kaffarat, nazar-nazar  dan lain sebagainya. Dimana ia diamanahkan atasnya dan tidak seorang hamba pun  mengetahuinya, sampai kepada hak-hak sesama hamba, seperti ; titipan dan lain  sebagainya dari apa-apa yang mereka amanahkan tanpa mengetahui adanya bukti atas  itu. Maka Allah memerintahkan untuk menunaikannya, barangsiapa yang tidak  menunaikannya di dunia diambil darinya pada hari Kiamat”.</p>
<p align="justify">Dan  firman-Nya.</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu  mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati  amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui”</em> [Al-Anfal :  27]</p>
<p align="justify">Ibnu Katsir berkata, “Dan khianat mencakup dosa-dosa kecil dan besar  yang lazim (yang tidak terkait dengan orang lain) dan muta’addi (yang terkait  dengan orang lain). Berkata Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas mengenai tafsir  ayat ini, “Dan kalian mengkhianati amanah-amanah kalian”. Amanah adalah ama-amal  yang diamanahakn Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu faridhah ( yang wajib),  Allah berfirman : “Janganlah kamu mengkhianati” maksudnya : janganlah kamu  merusaknya”. Dan dalam riwayat lain ia berkata, “(Janganlah kalian mengkhianati  Allah dan Rasul) Ibnu Abbas berkata, “(Yaitu) dengan meninggalkan sunnahnya dan  bermaksiat kepadanya”.</p>
<p align="justify">Dan firman-Nya.</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Sesungguhnya  Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung, maka semuanya  enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan  dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat  bodoh”</em> [Al-Ahzab : 72]</p>
<p align="justify">Ibnu Katsir berkata setelah menyebutkan  pendapat-pendapat mengenai tafsir amanah, diantaranya ketaatan, kewajiban, din  (agama), dan hukum-hukum had, ia berkata, “Dan semua pendapat ini tidak saling  bertentangan, bahkan ia sesuai dan kembali kepada satu makna, yaitu at-taklif  serta menerima perintah dan larangan dengan syaratnya. Dan jika melaksanakan ia  mendapat pahala, jika meninggalkannya dihukum, maka manusia menerimanya dengan  kelemahan, kejahilan, dan kezalimannya kecuali orang-orang yang diberi taufik  oleh Allah, dan hanya kepada Allah tempat meminta pertolongan”.</p>
<p align="justify">Firman  Allah Ta’ala.</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah  (yang dipikulnya) dan janji-janji”</em> [Al-Mukminun : 8]</p>
<p align="justify">Ibnu Katsir berkata,  “Yaitu, apabila mereka diberi kepercayaan mereka tidak berkhianat, dan apabila  berjanji mereka tidak mungkir, ini adalah sifat-sifat orang mukminin dan  lawannya adalah sifat-sifat munafikin, sebagaimana tercantum dalam hadis yang  shahih.</p>
<p align="justify"><em>“Tanda munafik ada tiga : apabila berbicara berdusta, apabaila  berjanji ia mungkir dan apabila diberi amanat dia berkhianat”.</em></p>
<p align="justify">Dalam  riwayat lain.</p>
<p align="justify"><em>“Apabila berbicara ia berdusta, dan apabila berjanji ia  mungkir dan apabila bertengkar ia berlaku keji”.</em></p>
<p align="justify"><strong>[2]. HADITS-HADITS  TENTANG MENUNAIKAN AMANAH</strong><br />
Diantara hadits-hadits Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi wa sallam tentang kewajiban menjaga amanah dan ancaman dari  meninggalkannya adalah sebagai berikut.
</p>
<p align="justify">Hadits Pertama.</p>
<p align="justify">Dari Abu  Hurairah, ia berkata, <em>“Ketika Nabi di suatu majelis berbicara kepada  orang-orang, datanglah seorang Arab badui lantas berkata. ‘Kapan terjadinya  Kiamat? Rasulullah terus berbicara, sebagian orang berkata, ‘Beliau mendengar  apa yang dikatakannya dan beliau membencinya’, sebagian lain mengatakan, ‘Bahkan  ia tidak mendengar’, sehingga tatkala beliau menyelesaikan pembicaraannya beliau  berkata, ‘Mana orang yang bertanya tentang hari Kiamat?’ Ia berkata, ‘Ini aku  wahai Rasulullah’, Rasul bersaba, ‘Apabila amanah telah disia-siakan maka  tunggulah hari Kiamat’. Ia bertanya lagi, ‘Bagaimana menyia-nyiakannya?’ Beliau  menjawab, ‘Apabila diserahkan urusan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah  hari Kiamat” </em>[Diriwayatkan Al-Bukhari]</p>
<p align="justify">Hadits Kedua</p>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah,  ia berkata, ‘Rasulullah telah bersabda, <em>“Tunaikanlah amanah kepada orang yang  memberi amanah kepadamu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu”</em> [Diriwayatkan oleh Abu Dawud 3535 dan At-Tirmidzi 1264, ia  berkata, “ini adalah hadits hasan gharib”. Lihatlah, As-Silsilah Ash-Shahihah  oleh Al-Albani 424]</p>
<p align="justify">Hadits Ketiga</p>
<p align="justify">Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, ia  berkata, <em>“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Yang pertama hilang  dari urusan agama kalian adalah amanah, dan yang terakhirnya adalah shalat”</em> [Diriwayatkan oleh Al-Khara-ithi dalam Makarimil Akhlak hal. 28. Lihat,  As-Silsilah Ash-Shahihah oleh Al-Albani 1739]</p>
<p align="justify">Hadits Keempat.</p>
<p align="justify">Dari Abu  Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau  bersabda, <em>“Tanda seorang munafik ada tiga : apabila berbicara ia berdusta,  apabila berjanji ia mungkir, dan apabila diberi amanah ia berkhianat”</em> [Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim]</p>
<p align="justify"><strong>[3]. PEGAWAI YANG MENUNAIKAN  PEKERJAANNYA DENGAN IKHLAS MENDAPAT BALASAN DUNIA DAN AKHIRAT</strong></p>
<p align="justify"><strong></strong>Apabila seorang  pegawai menunaikan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh mengharapkan pahala dari  Allah, maka ia telah menunaikan kewajibannya dan berhak mendapatkan balasan atas  pekerjaannya di dunia dan beruntung dengan pahala di kampung akhirat. Telah  datang nash-nash syar’iyah yang menunjukkan bahwasanya upah dan pahala atas apa  yang dikerjakan oleh seorang dari pekerjaan didapat dengan ikhlas dan  mengharapkan wajah Allah.</p>
<p align="justify">Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman.</p>
<p align="justify">Imam Bukhari  (55) dan Imam Muslim (1002) telah meriwayatkan dari Abu Mas’ud bahwasanya  Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Apabila  seseorang menafkahkan untuk keluarganya dengan ikhlas maka itu baginya adalah  sedekah”.</em></p>
<p align="justify">Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada  Sa’ad bin Abi Waqash Radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p align="justify"><em>“Artinya : Dan tidaklah engkau  menafkahkan satu nafkah karena mengharapkan wajah Allah melainkan engkau  mendapatkan pahala dengannya hingga sesuap yang engkau suapkan di mulu istrimu” </em>[Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim]</p>
<p align="justify">Nash-nash ini menunjukkan bahwasanya  seorang Muslim apabila ia menunaikan kewajibannya terhadap sesama hamba lepaslah  tanggung jawabnya, dan bahwasanya ia hanya akan mendapatkan balasan dan pahala  dengan ikhlas dan mengharapkan wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p align="justify"><strong>[4].  MENJAGA JAM KERJA UNTUK KEPENTINGAN PEKERJAAN</strong></p>
<p align="justify"><strong></strong>Wajib atas setiap pegawai dan  pekerja untuk menggunakan waktu yang telah dikhususkan bekerja pada pekerjaan  yang telah dikhususkan untuknya. Tidak boleh ia menggunakannya pada  perkara-perkara lain selain pekerjaan yang wajib ditunaikannya pada waktu  tersebut. Dan tidak boleh ia menggunakan waktu itu atau sebagian darinya untuk  kepentingan pribadinya, atau kepentingan orang lain apabila tidak ada kaitannya  dengan pekerjaan ; karena jam kerja bukanlah milik pegawai atau pekerja, akan  tetapi untuk kepentingan pekerjaan yang ia mengambil upah  dengannya.</p>
<p align="justify">Syaikh Al-Mu’ammar bin Ali Al-Baghdadi (507H) telah menasihati  Perdana Menteri Nizhamul Muluk dengan nasihat yang dalam dan berfedah. Di antara  yang dikatakannya diawal nasihatnya itu.</p>
<p align="justify">“Suatu hal yang telah maklum hai  Shodrul Islam! Bahwasanya setiap individu masyarakat bebas untuk datang dan  pergi, jika mereka menghendaki mereka bisa meneruskan dan memutuskan. Adapun  orang yang terpilih menjabat kepemimpinan maka dia tidak bebas untuk bepergian,  karena orang yang berada di atas pemerintahan adalah amir (pemimpin) dan dia  pada hakikatnya orang upahan, ia telah menjual waktunya dan mengambil gajinya.  Maka tidak tersisa dari siangnya yang dia gunakan sesuai keinginannya, dan dia  tidak boleh shalat sunat, serta I’tikaf… karena itu adalah keutamaan sedangkan  ini adalah wajib”.</p>
<p align="justify">Di antara nasihatnya, “Maka hiudpkanlah kuburanmu  sebagaimana engkau menghidupkan istanamu” [1]</p>
<p>Dan sebagaimana seseorang  ingin mengambil upahnya dengan sempurna serta tidak ingin dikurangi bagiannya  sedikitpun, maka hendaklah ia tidak mengurangi sedikitpun dari jam kerjanya  untuk sesuatu yang bukan kepentingan kerja. Allah telah mencela Al-Muthaffifin  (orang-orang yang curang) dalam timbangan, yang menuntut hak mereka dengan  sempurna dan mengurangi hak-hak orang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman.</p>
<p><em>“Artinya : Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang.  Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta  dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka  mengurangi. Tidaklah oran-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan  dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. Yaitu hari ketika manusia berdiri  menghadap Tuhan semesta alam”</em> [Al-Muthaffifin : 1-6]</p>
<p>[Disalin dari kitab  Kaifa Yuaddi Al-Muwazhzhaf Al-Amanah, Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad  Al-Abad, Penerjemah Agustimar Putra, Penerbit Darul Falah, Jakarta  2006]<br />
_________<br />
Foote Note<br />
[1]. Dzailul Thabaqat Al-Hanabilah oleh Ibnu  Rajab (1/107)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2216/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/2216/slash/0</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/622/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=622&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah-01/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/meja-kerja.jpeg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">meja-kerja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Batu Ginjal</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/mengenal-batu-ginjal/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/mengenal-batu-ginjal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 10:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[herbal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[
Penulis : Syifa Titin Heriana
Ginjal dalam tubuh berfungsi sebagai filter untuk membersihkan darah/cairan lainnya. Fungsi ini bertujuan agar bahan-bahan kimia yang terkandung dalam darah atau cairan tubuh lainnya tidak terbawa kembali oleh darah dan beredar ke seluruh tubuh. Sebagian kotoran hasil penyaringan ini nantinya akan dikeluarkan melalui ginjal bersama air seni. Namun sebagian lagi mungkin tertinggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=619&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-full wp-image-620" title="batu-ginjal" src="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/batu-ginjal.jpg?w=124&#038;h=100" alt="batu-ginjal" width="124" height="100" /></p>
<p><span class="atas"><strong>Penulis : Syifa Titin Heriana</strong></span></p>
<p><span class="fnu">Ginjal dalam tubuh berfungsi sebagai filter untuk membersihkan darah/cairan lainnya. Fungsi ini bertujuan agar bahan-bahan kimia yang terkandung dalam darah atau cairan tubuh lainnya tidak terbawa kembali oleh darah dan beredar ke seluruh tubuh. Sebagian kotoran hasil penyaringan ini nantinya akan dikeluarkan melalui ginjal bersama air seni. Namun sebagian lagi mungkin tertinggal dan mengendap menjadi batu ginjal. Apabila endapan ini tidak dikeluarkan, akan menetap di ginjal atau berpindah ke kandung kemih.<span id="more-619"></span></p>
<p>Gejala penyakit batu ginjal ini di antaranya pinggang terasa nyeri dan pegal-pegal. Kadang-kadang, penyakit ini tidak menimbulkan keluhan. Rasa sakit akan muncul bila batu merusak jaringan atau terbawa ke saluran kemih hingga menyumbatnya.</p>
<p>Bentuk dan ukuran batu ginjal sendiri bervariasi. Bila batu ini agak besar dan menyumbat, sumbatan tersebut dapat menahan air seni. Jika tidak segera diobati dapat menyebabkan pembengkakan pada ginjal yang akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Bila sampai parah, penderita bisa mengalami muntah-muntah.</p>
<p><strong>Pencegahan Dini</strong></p>
<p>Penyakit batu ginjal dapat dicegah sedini mungkin, yaitu dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Allah telah memberi rizqi dengan berbagai sumber makanan yang dapat kita ambil manfaatnya bagi tubuh, baik itu berasal dari hewan maupun tumbuhan serta air.</p>
<p>Sebagian orang ada yang hanya mengkonsumsi makanan dari hewan dan sejumlah protein dari tumbuhan. Sementara yang lain, ada yang menjadi vegetarian (hanya makan dari tumbuhan saja).</p>
<p>Pola makan seperti itu harus ditinggalkan. Sumber makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan sama-sama penting bagi tubuh. Untuk itu, kita harus menyeimbangkan pola makan. Tidak asal halal, tapi juga perlu memperhatikan kethoyyibannya (manfaatnya) bagi tubuh.</p>
<p>Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, beberapa petunjuk di bawah ini bisa dilakukan:</span></p>
<ol>
<li><span class="fnu">Minum air putih yang cukup, kurang lebih 8 gelas tiap hari. Tujuannya agar menghasilkan air seni yang cukup untuk membilas zat-zat kimia yang mungkin akan mengendap di batu ginjal. </span></li>
<li><span class="fnu">Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium (susu, telor, daging, jeroan) dan mengurangi makanan yang terlalu tinggi mengandung asam urat (kangkung, bayam, kembang kol, dan olahan melinjo). </span></li>
<li><span class="fnu">Seringlah mengkonsumsi buah semangka, sebab buah ini banyak manfaatnya bagi tubuh terutama ginjal. Buah ini sering disebut sebagai pencuci darah alami. </span></li>
<li><span class="fnu">Perhatikan kesehatan gigi, karena gigi yang berlubang atau terkena infeksi bisa berpengaruh pada ginjal. </span></li>
<li><span class="fnu">Jangan memanaskan olahan sayur bayam, sebab ini termasuk salah satu pembentuk batu ginjal. </span></li>
<li><span class="fnu">Jika memungkinkan, konsumsilah air mineral.</span><span class="fnu">Bila Allah mentakdirkan kita mengidap penyakit ini, segeralah berobat ke dokter agar tidak menjadi parah dan menimbulkan penyakit lain.</span></li>
</ol>
<p><span class="fnu">Bisa</span><span class="fnu"> juga melakukan terapi dengan menggunakan obat alami yang sudah teruji secara klinis dan efektif mengobati batu ginjal, di antaranya:</span></p>
<ol>
<li><span class="fnu">Minum campuran Habbatus Sauda’ (jinten hitam) dan madu yang dicampur dengan air hangat. Salah satu manfaat Habbatus Sauda’ adalah menghancurkan batu ginjal. </span></li>
<li><span class="fnu">Dapat juga minum ramuan daun-daunan seperti daun Keji Beling, Kumis Kucing, dan Tempuyung. Daun Keji Beling memiliki efek diuretic yang dapat memperlancar aliran kemih karena kandungan kaliumnya. Sementara Kumis Kucing dan Tempuyung dapat membantu menghancurkan batu ginjal sehingga mempermudah pengeluarannya dari dalam tubuh dan menghilangkan penyebab sakit kolik/pinggang.</span><span class="atas"> </span></li>
</ol>
<p><strong>Sumber : <a href="www.asysyariah.com">www.asysyariah.com</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=619&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/mengenal-batu-ginjal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/batu-ginjal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batu-ginjal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seruan Emansipasi Upaya Merusak Diri Sendiri</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/seruan-emansipasi-upaya-merusak-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/seruan-emansipasi-upaya-merusak-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 09:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bantahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[
Gerakan emansipasi yang tengah digembar-gemborkan di negeri-negeri Muslim,  yang katanya memperjuangkan kesetaraan jender, kalau boleh dibilang tidak lain  adalah “kesetaraan semu” atau malahan suatu pelecehan terhadap kaum  wanita. Mungkin ungkapan ini akan membuat para feminisme tersirat darahnya dan  mengeriput bibirnya. Bagi mereka non Muslim tentu tidak ada salahnya  berteriak-teriak menyuarakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=614&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="postentry">
<p><img class="alignleft size-full wp-image-615" title="gender" src="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/gender.jpeg?w=123&#038;h=103" alt="gender" width="123" height="103" />Gerakan emansipasi yang tengah digembar-gemborkan di negeri-negeri Muslim,  yang katanya memperjuangkan kesetaraan jender, kalau boleh dibilang tidak lain  adalah <em>“kesetaraan semu”</em> atau malahan suatu pelecehan terhadap kaum  wanita. Mungkin ungkapan ini akan membuat para feminisme tersirat darahnya dan  mengeriput bibirnya. Bagi mereka non Muslim tentu tidak ada salahnya  berteriak-teriak menyuarakan kesetaraan ini, karena memang konsep hidup mereka  akan tetap dan selalu penuh aib, cela dan kekurangan karena timbul dari  memperturutkan nafsu; sementara jiwa (nafsu) senantiasa mengajak kepada  keburukan dan ketidakpuasan. –tidak bisa dipungkiri bahwa seruan ini bersumber  dari pemikir kafir, sebagaiamana pengakuan para feminisme bahwa kesetaraan  jender berasal dari dua teori, teori Karl Marx (1818-1883) <em>“analisa  konflik</em>” dan teori <em>“struktur fungsional”</em> Email Durheim  (1858-1P17/1917)–<span id="more-614"></span></p>
<p>Artinya, sebagai seorang Muslim, yang  telah diberi Allah, –Sang pencipta jenis kelamin dengan segala sifat (baca:  jender) yang melekat padanya– berbagai aturan hidup yang sempurna, yang  jelas-jelas terbukti mengandung keadilan dan kesesuaian; akan amat lucu dan  memalukan jika ikut-ikutan meneriakkan apa yang mereka teriakkan. Mungkin akan  timbul pertanyaan, “Bukankah ketidakadilan itu juga terjadi di tengah kehidupan  kaum muslimin? Bukankah penindasan perempuan juga dijumpai di negri yang dihuni  kaum muslimin? Jawabnya, “Ya,” akan tetapi hal itu tidaklah harus menjadikan  kita latah, membenarkan dan menelan mentah-mentah apa yang disuarakan  orang-orang kuffar terhadap sesama komunitasnya.</p>
<p>Kita akui bahwa itu terjadi, akan tetapi semua terjadi karena kesalahan kita,  umat Islam sendiri, yang sudah meninggalkan dan jauh dari ajaran  agamanya.<em>“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh  perbuatan tanganmu sendiri,” (QS. Asy-Syuura:30) </em>Jika kita mau kembali  meniti agama kita ini, sungguh kaum muslimin tidak akan terjebak oleh seruan  “emansipasi dengan kesetaraan semu” yang jelas-jelas merusak harga dan jati diri  umat Islam; yang diserukan oleh mereka yang jelas-jelas buta dan bodoh tentang  ajaran Islam ini. Berikut tulisan yang akan mengenalkan apa sesungguhnya hakikat  seruan emansipasi dan bagaimana kedudukan perempuan dalam Islam. red</p>
<p><strong>Apa sebenarnya tujuan emansipasi wanita?</strong><br />
Seruan kepada  emansipasi wanita yang sudah lama dikumandangkan, (kalau dilihat dan diteliti  lebih jauh) sebenarnya tidak lain bertujuan menghancurkan Islam dan tabiat kaum  muslimin. Orang-orang kufar benar-benar telah mengetahui bagaimana sempurnanya  agama ini dan bagaimana kuatnya umat Islam berpegang teguh dengannya. Mereka  amat tahu, ketika umat Islam berpegang teguh dengan agamanya dan konsisten  dengan petunjuk Nabi-Nya –lebih-lebih para wanitanya–, pastilah kehidupan kaum  muslimin itu jauh lebih baik dan memiliki kekuatan menghadapi  musuh-musuhnya.</p>
<p>Semua musuh-musuh Islam, lebih-lebih Yahudi dan Nasrani, sangat iri dan benci  (jika kaum muslimin kuat). Merekalah yang memunculkan malapetaka emansipasi  wanita ini untuk memecah-belah persatuan kaum muslimin, serta menyebarkan  berbagai macam kerusakan di tengah-tengah mereka. Di antara seruan mereka adalah  agar para wanita Islam keluar dari pingitannya (rumahnya) hingga hilang rasa  malunya.</p>
<p>Kalau sudah demikian, maka sangat mudah bagi mereka (Yahudi dan Nasrani)  untuk menguasai, menjajah dunia Islam, serta menghinakan kaum muslimin. Semua  ini bisa terjadi kalau kaum muslimin menyambut baik seruan-seruan itu, khususnya  kaum wanitanya. Sebagai buktinya adalah (betapa memprihatinkannya) kondisi kita  sekarang ini –kita mohon keselamatan kepada Allah dari tipu daya musuh -musuh  agama ini–.</p>
<p>Untuk mewujudkan keinginan mereka itu, para dedengkot Zionis mencanangkan  satu strategi untuk menghancurkan kekuatan umat Islam, yang berbunyi, “Wajib  bagi kita untuk menghancurkan akhlak (umat Islam) di semua tempat. Baru setelah  itu kita akan mudah menguasai mereka.”</p>
<p>Demikian juga ucapan Glaston (asal Inggris) yang ambisius, “Tidak akan tegak  kondisi timur (Dunia Islam) selama mereka belum melepaskan hijab (cadar) dari  wajah-wajah wanita, lalu menutup al-Qur’an dengan kain cadarnya, minum minuman  keras, mengkonsumsi narkoba, melacur, dan melakukan berbagai macam kemaksiatan.  Jika sudah demikian, maka baru bisa hancur kekuatan umat Islam!!”</p>
<p>Pembaca yang budiman, coba lihat dan renungkanlah bagaimana ucapan-ucapan  mereka. Sesungguhnya dan sebenarnya mereka tidaklah menyeru kepada emansipasi  atau kebebasan wanita, akan tetapi menyerukan penghancuran umat  Islam.<br />
Padahal Allah telah memuliakan kaum wanita, telah mengangkat  kedudukannya, dan telah memberikan secara penuh hak-hak kebebasannya.</p>
<p><strong>Bagaimana Keadaan Wanita Pra-Islam?</strong><br />
Kalau kita mau  melihat kebelakang, sebelum datangnya Islam, maka kita akan mengetahui bagaimana  sesungguhnya sejarah wanita pada masa itu (jahiliah). Sedikitnya ada empat hal  yang perlu kita ingat.</p>
<p>1. Kebencian sebagian bangsa Arab terhadap wanita. Allah  berfirman,<br />
<em>“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan  (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat  marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita  yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung  kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) Ketahuilah,  alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (Q.S. an-Nahl:58-59) </em></p>
<p>2. Al-Wa‘du: mengubur anak perempuan hidup-hidup.<br />
Karena kebencian mereka  terhadap anak perempuan, mereka tidak mungkin sabar melihat anak-anak perempuan  mereka hidup. Alasan mereka antara lain karena takut miskin dan menanggung malu.  Sebab kehidupan mereka selalu disibukkan oleh peperangan, maka wanita umumnya  dijadikan tawanan perang, lalu diperjualbelikan. Sehingga jika ada seorang  wanita tertangkap oleh musuh, maka berarti satu kehinaan bagi kabilahnya.</p>
<p>3. Wanita tidak mendapat harta waris, sebagaimana yang dinyatakan oleh Umar  bin Khaththab, “Demi Allah, kami pada masa jahiliyah tidak memasukkan wanita  dalam urusan, hingga Allah mendudukan mereka dan membagi (harta warisan) untuk  mereka sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah.”</p>
<p>4. Bermacam-macam bentuk pernikahan.<br />
Termasuk bentuk penghinaan terhadap  wanita adalah menjadikan mereka tempat pelampiasan syahwat sehingga kehidupan  mereka seperti binatang, bahkan lebih hina. Contohnya adalah sebagaimana yang  telah dijelaskan oleh Aisyah rodhiallahu’anha. Beliau berkata, Bentuk pernikahan  pada masa jahiliyah itu ada empat :</p>
<p>a. Nikah sebagaimana yang telah ditetapkan Islam.</p>
<p>b. Nikah dengan cara menyuruh istri ketika dalam kondisi tidak haidh untuk  bersenggama dengan fulan; sementara suaminya sama sekali tidak menggaulinya  hingga benar-benar telah hamil (dengan si fulan). Itu semua dilakukannya untuk  mendapatkan keturunan yang baik.</p>
<p>c. Nikah dengan berkumpul sejumlah orang (kurang dari sepuluh) lalu menggauli  seorang wanita dengan cara bergantian. Setelah hamil dan melahirkan, si wanita  mengundang semua laki-laki itu dan tidak ada alasan untuk bagi mereka untuk  tidak datang. Setelah semua datang, maka si wanita memilih salah seorang dari  mereka untuk mengambil anak tersebut, dan laki-laki yang dipilih tidak boleh  menolaknya.</p>
<p>d. Nikah dengan cara laki-laki berkumpul tanpa membatasi jumlahnya lalu  menggauli seorang wanita. Wanita itu tidak boleh menolaknya. Si wanita adalah  pelacur. Mereka menancapkan bendera di atas pintu-pintu para pelacur sebagai  tanda bagi laki-laki yang ingin menggaulinya. Apabila hamil, lalu melahirkan,  maka wanita itu memanggil semua laki-laki yang telah menggaulinya. Lalu dia  memilih salah seorang di antaranya untuk mengambil anak tersebut. Laki-laki yang  dipilih tidak bisa menolaknya.</p>
<p>5. Nikah dengan cara apabila seorang bapak meninggal maka anak laki-laki  tertua yang paling berhak untuk menikahi ibunya. Yaitu dengan cara melemparkan  bajunya ke atas baju ibunya. Kalau hal itu dilakukan berarti dia telah menikahi  ibunya. Anak laki-laki tersebut pada asalnya bebas memilih untuk menikahi atau  melarang ibunya menikah lagi hingga mati; lalu mewarisi harta ibunya atau bisa  juga ibunya itu menikah lagi dengan cara menebus (membayar) sejumlah harta  sesuai dengan apa yang telah disepakati. Boleh juga saudara kandungnya menikahi  ibunya dengan cara membayar mahar lagi dan ini berlanjut hingga turun  ayat:<br />
<em>“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh  ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat  keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruknya jalan (yang ditempuh).” (Q.S.  an-Nisa’:22).</em></p>
<p>Sekali lagi tujuan di balik seruan emansipasi wanita adalah ingin merusak  agama yang agung ini dan ingin menghancurkan serta memporakporandakan barisan  kaum muslimin. Ingin menjadikan kita sebagai budak dan pelayan mereka. Ini  menurut kitab Taurat mereka yang sudah diubah. Maka waspadalah, wahai umat  Islam, akan bahaya seruan-seruan ini dan yang semisalnya (kebebasan wanita,  kesamaan gender, sampai-sampai ada sepak bola wanita, tinju wanita, dan  lain-lain). Kita mohon perlindungan kepada Allah dari itu semua. Wahai  saudara-saudara se-Islam, berpegangteguhlah kalian dengan tali Allah yang kokoh!  Berjalanlah di atas jalan (sunnah)nya manusia pilihan, sebagai hamba serta rasul  terbaik, yaitu nabi kita Muhammad.</p>
<p>Yahudi dan Nasrani benar-benar telah mengerahkan segala kemampuan untuk  merealisasikan cita-cita mereka: menyebarkan seruan yang busuk ini di  tengah-tengah umat Islam, khususnya di kalangan wanitanya. Mereka juga memiliki  antek-antek baik dari kaum laki-laki ataupun wanita. Semua itu tergantung kepada  umat Islam sendiri.</p>
<p><strong>Bagaimana Ucapan/Pandangan Tokoh-Tokoh Emansipasi?</strong><br />
Telah  berjalan konspirasi busuk ini yang terdiri dari laki-laki dan wanita dengan  dipimpin oleh tokoh-tokohnya, seperti:</p>
<p>1. Marcos Fahmi (seorang Nasrani), yang menerbitkan sebuah buku karyanya pada  tahun 1894 M dengan judul al Mar’ah fi asy Syarqi (Wanita di Timur –maksudnya  dunia Islam-). Di antara isinya adalah seruan tentang wajibnya melepas cadar  (hijab) bagi wanita, campur-baur antara laki-laki dan perempuan, mempersulit  perceraian, dan melarang poligami.</p>
<p>2. Huda Sya‘rawi, yaitu seorang wanita hasil didikan Eropa yang telah  merealisasikan ajaran-ajaran majikannya dengan membentuk organisasi Persatuan  Wanita Mesir, yang bertujuan menuntut emansipasi wanita, kebebasan wanita untuk  buka cadar (hijab), dan kebebasan bergaul.</p>
<p>3. Penyair Jamil Ahidqi az-Zuhaimi. Di antara syairnya berbunyi:</p>
<blockquote><p><em>Wahai wanita Irak robeklah cadarmu.<br />
Dan keluarlah kamu, kehidupan    yang ada butuh pada perubahan. Robek, lalu bakarlah cadarmu tanpa    ragu-ragu.<br />
Benar-benar telah dusta slogan yang menyatakan cadar itu sebagai    penjaga.<br />
Wahai anak wanita yang lemah, keluarlah tanpa hijab (cadar) karena    ia adalah penyakit masyarakat yang membahayakan.</em></p></blockquote>
<p>Demikianlah, mereka telah mensifati perintah Allah untuk menutup aurat,  berhijab, menjaga kehormatan, menjaga kesucian, dengan sifat sebagai penyakit  yang membahayakan. Mereka benar-benar telah melampaui batas terhadap kekuasaan  penciptaan, perintah Allah, padahal Allah telah berfirman,</p>
<p><em>“Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah.”(Q.S.  al-A’raf: 54)</em></p>
<p>Ibnu Katsir berkata, “Milik Allah-lah kekuasaan serta pengaturan itu. Allah  berfirman, <em>“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu  lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahalembut lagi Maha Mengetahui.” (Q.S.  al-Mulk: 14)</em></p>
<p>Sampai hari ini, orang-orang yang seperti mereka jumlahnya banyak . Mereka  menyeru dan menyebarkan kerusakan serta kehinaan. Memerangi semua keutamaan,  bersikap sombong dan congkak atas perintah-perintah Allah.</p>
<p>Muhammad Athiyah Khumais, dalam bukunya al-Harakah as-Siasiyyah wa Shilatuha  bi al-Isti‘mar (Hubungan Antara Pergerakan Politik dengan Penjajahan),  menjelaskan dengan gamblang tentang tipu daya musuh-musuh kita, sementara kita  lalai atau pura-pura lalai; berjalan dengan mengikuti syahwat dan mengejar  kelezatan. Maka waspadalah akan bahaya yang besar ini, bersatulah dan bangkitlah  dari tidur nyenyak kalian. Sesungguhnya ini merupakan perkara yang sangat  membahayakan.</p>
<p><strong>Bagaimana Kedudukan Wanita dalam Islam?</strong><br />
Islam menempatkan  wanita pada kedudukan yang tepat, dalam tiga hal pokok sebagai berikut.</p>
<p>1. Kedudukannya sebagai manusia. Islam mengenal wanita sebagai manusia yang  sempurna sebagaimana halnya laki-laki. Dalam hal ini tidak ada yang meragukan  atau yang mengingkarinya dari mayoritas umat terdahulu yang sudah memiliki  peradaban.</p>
<p>2. Kedudukannya dalam masyarakat. Islam telah membuka pintu lebar-lebar bagi  wanita dalam hal pendidikan. Mendudukkan wanita pada tempat yang mulia dalam  masyarakat di berbagai sisi kehidupan, mulai dari lahir hingga akhir kehidupan.  Yaitu kemuliaan yang sesuai dengan perkembangan usia, dimulai dari masa  anak-anak, menikah, sebagai ibu rumah tangga, sehingga masa tuanya; dan  perhatian tersebut terus meningkat seiring dengan bertambahnya umur dan status  sosial. Semakin tua semakin dicintai, disayangi, dan dihormati.</p>
<p>3. Hak-hak wanita. Islam telah memberikan hak pemilikan harta secara sempurna  dalam semua penggunaannya, ketika wanita itu sudah balig. Tidak seorang pun  dijadikan sebagai penentu atas harta itu kecuali dirinya, baik itu bapak  kandungnya, suaminya, atau sanak saudaranya.</p>
<p><strong>Apa Hasil Emansipasi?</strong><br />
(Dari penjelasan di atas timbul  pertanyaan), “apakah hak-hak (posisi mulia yang telah ditempatkan oleh Islam)  didapatkan dari mereka yang mengusung slogan-slogan kemajuan? Yang menyeru  kepada kebebasan wanita, emansipasi, dan kesetaraan gender?<br />
Mereka  menyatakan/menuduh (Islam) tidak pernah memberikan hak-hak wanita; selalu  memenjarakan wanita dalam rumah tanpa malu-malu; sekadar menjadikan  wanita-wanita itu sebagai barang dagangan untuk bersenang-senang dan memuaskan  syahwat yang sangat hina.</p>
<p>Mereka menginginkan anak-anak dan istri-istri kita (Muslim) keluar ke  jalan-jalan dengan telanjang, bebas bergaul dengan laki-laki manapun. Inilah  kebebasan yang mereka cita-citakan dan hak-hak yang mereka tuntut.</p>
<p>Kalau demikian, lalu di mana kita letakkan rasa cemburu atas harga diri dan  kehormatan kita?</p>
<p>Sungguh benar dan sangat tepat apa yang telah disabdakan oleh nabi kita  Muhammad terhadap mereka atau yang semisal mereka, sebagaimana Imam Ahmad dan  Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Mas‘ud,<em> “Sesungguhnya  dari apa yang dijumpai manusia dari ungkapan kenabian adalah, ‘Jika hilang rasa  malumu, maka perbuatlah apa saja.’”</em></p>
<p>Demi Allah, mereka benar-benar telah terjungkal dalam jurang kehinaan, dalam  pelukan Salibiah yang sangat benci pada Islam dan Majusiah yang sangat buruk.  Mereka itu tidak lain hanya trompet-trompet (pengeras suara) mengikuti  perintah-perintah tuannya, baik dari Barat atau Timur untuk merusak kita dan  agama kita.</p>
<p>Demi Allah, mereka tidaklah menyeru kepada kebebasan wanita atau menuntut  hak-hak wanita, akan tetapi yang sebenarnya adalah kebebasan menikmati kemolekan  tubuh wanita. Bebas meninggalkan akhlaq yang mulia lagi utama dan bebas dari  adat istiadat yang baik. Mereka ingin menyebarkan kerusakan dan kehinaan di muka  bumi ini. Itulah impian-impian mereka. Kita meminta kepada Allah keselamatan.  <em>Wallahu A‘lam.</em></p>
<p><strong>Maraji’:</strong><br />
<em>1. Al Huquq az Zaujiyyah fii al Kitab wa as  Sunnah, oleh Hasyim bin Hamid ar Rifa’i.<br />
2. Al Mar’ah al Muslimah al  Mu’ashiroh, oleh Dr. Ahmad bin Muhammad bin Abdullah Aba Buthain.</em></p>
<p><em>Diambil dari majalah Fatawa</em></p>
<p><strong>Sumber : <a href="http://muslim.or.id">muslim.or.id</a></strong><em> </em></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/614/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=614&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/seruan-emansipasi-upaya-merusak-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/gender.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">gender</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENITI JALAN ISTIQOMAH</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/meniti-jalan-istiqomah/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/meniti-jalan-istiqomah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 08:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq & Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[TazkiyatunNufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[Kaum muslimin rahimakumullah, di dalam kehidupan manusia, Allah telah menetapkan jalan yang harus ditempuh oleh manusia melalui syariat-Nya sehingga seseorang senantiasa Istiqomah dan tegak di atas syariat-Nya, selalu menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya serta tidak berpaling ke kanan dan ke kiri. Allah ta’ala telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa istiqomah.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=609&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-full wp-image-610" title="istiqamah" src="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/istiqamah.jpeg?w=116&#038;h=117" alt="istiqamah" width="116" height="117" />Kaum muslimin rahimakumullah, di dalam kehidupan manusia, Allah telah menetapkan jalan yang harus ditempuh oleh manusia melalui syariat-Nya sehingga seseorang senantiasa Istiqomah dan tegak di atas syariat-Nya, selalu menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya serta tidak berpaling ke kanan dan ke kiri. Allah ta’ala telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa istiqomah.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman yang artinya,</p>
<blockquote><p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia)”</em> (QS. Al Ahqaaf [46]: 13-14)</p></blockquote>
<p><span id="more-609"></span>Akan tetapi bagaimana pun juga seorang hamba tidak mungkin untuk senantiasa terus dan sempurna dalam istiqomahnya. Terkadang seorang hamba luput dan lalai yang menyebabkan nilai istiqomah seorang hamba menjadi berkurang. Oleh karena itu, Allah memberikan jalan keluar untuk memperbaiki kekurangan tersebut yaitu dengan beristigfar dan memohon ampun kepada Allah ta’ala dari dosa dan kesalahan. Allah ta’ala berfirman yang artinya,</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Maka beristiqomahlah (tetaplah) pada jalan yang lurus menuju kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya”</em>. (QS. Fushshilat [41]: 6).</p></blockquote>
<p>Di dalam al-Qur’an maupun Sunnah telah ditegaskan cara-cara yang dapat ditempuh oleh seorang hamba untuk bisa meraih istiqomah. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<blockquote><p><em>“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”</em> (QS. Ibrahim [14] : 27).</p></blockquote>
<p>Makna “ucapan yang teguh” adalah dua kalimat syahadat. Sehingga, Allah akan meneguhkan orang yang beriman yang memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat ini di dunia dan di akhirat.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, membaca al-Qur’an dengan menghayati dan merenungkannya. Allah berfirman yang artinya,</p>
<blockquote><p><em>“Katakanlah: ‘Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan al-Qur‘an itu dari Robb-mu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”</em> (QS. An Nahl [16]:102)</p></blockquote>
<p><strong>Ketiga</strong>, berkumpul dan bergaul di lingkungan orang-orang saleh. Hal ini sangat membantu seseorang untuk senantiasa istiqomah di jalan Allah ta’ala. Teman-teman yang saleh akan senantiasa mengingatkan kita untuk berbuat baik serta mengingatkan kita dari kekeliruan. Bahkan dalam al-Qur’an disebutkan bahwa hal yang sangat membantu meneguhkan keimanan para sahabat adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman yang artinya,</p>
<blockquote><p><em>“Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rosul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian? Dan barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.</em>” (QS. Ali ‘Imran [3]:101)</p></blockquote>
<p><strong>Keempat</strong>, berdoa kepada Allah ta’ala agar Dia senantiasa memberikan kepada kita istiqomah hingga akhir hayat. Bahkan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa,</p>
<blockquote><p><em>“Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik ”</em> artinya <em>“Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”</em> (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shahihul Jami’)</p></blockquote>
<p><strong>Kelima</strong>, membaca kisah Rasulullah, para sahabat dan para ulama terdahulu untuk mengambil teladan dari mereka. Dengan membaca kisah-kisah mereka, bagaimana perjuangan mereka dalam menegakkan diinul Islam, maka kita dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut sebagaimana firman Allah ta’ala yang artinya,</p>
<blockquote><p><em>“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.”</em> (QS. Huud [11]: 120)</p></blockquote>
<p>Kaum muslimin rahimakumullah demikianlah sedikit yang dapat kami sampaikan sebagai renungan bagi kita semua untuk meniti jalan istiqomah. Semoga Allah ta’ala memberikan keteguhan kepada kita untuk senantiasa menjalankan syariat-Nya hingga kelak kematian menjemput kita semua. <em>Amiin ya Mujibbassaailiin</em>.</p>
<p><strong>[Diringkas dari penjelasan Hadits Arba’in No. 21 yang ditulis oleh Ustadz Abdullah Taslim, Lc.]</strong><br />
<strong>Sumber : <a href="http://muslim.or.id">muslim.or.id</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/609/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=609&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/16/meniti-jalan-istiqomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/istiqamah.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">istiqamah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Amalan Kita Diterima di Sisi Alloh</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/14/agar-amalan-kita-diterima-di-sisi-alloh/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/14/agar-amalan-kita-diterima-di-sisi-alloh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 05:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah & Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh & Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[AGAR AMALAN KITA DITERIMA DISISI ALLOH
Penulis: Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Zaen, Lc.
(Mahasiswa S2 Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)

 
Dalam suatu ayat, Alloh subhanahu wa ta’ala bercerita tentang keadaan hari kiamat:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ {1} وُجُوهُُيَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ {2} عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ {3} تَصْلَى نَارًاحَامِيَةً {4} تُسْقَى مِنْ عَيْنٍءَانِيَةٍ {5} لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلاَّ مِن ضَرِيعٍ {6} لاَيُسْمِنُ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=603&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">AGAR AMALAN KITA DITERIMA DISISI ALLOH</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Penulis: </strong><strong>Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Zaen, Lc.</strong><strong><br />
(Mahasiswa S2 Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)</strong></span>
</p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<p>Dalam suatu ayat, Alloh subhanahu wa ta’ala bercerita tentang keadaan hari kiamat:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ {1} وُجُوهُُيَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ {2} عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ {3} تَصْلَى نَارًاحَامِيَةً {4} تُسْقَى مِنْ عَيْنٍءَانِيَةٍ {5} لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلاَّ مِن ضَرِيعٍ {6} لاَيُسْمِنُ وَلاَيُغْنِي مِن جُوع</p>
<p><em>“Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”</em> (QS Al Ghasyiyah: 1-7)</p></blockquote>
<p>Ayat-ayat tersebut di atas merupakan cerita tentang kondisi sebagian penghuni neraka di hari akhirat nanti. Ternyata bukan semua penghuni neraka adalah orang-orang di dunianya kerjaannya cuma gemar berbuat maksiat, kecanduan narkoba, suka main perempuan dan lain sebagainya. Akan tetapi ternyata ada juga di antara penghuni neraka yang di dunianya rajin beramal, bahkan sampai dia kelelahan saking berat amalannya. Ini tentunya menimbulkan kekhawatiran yang amat besar dalam diri masing-masing kita, jangan-jangan kita termasuk yang sudah beramal banyak tapi nantinya termasuk ke dalam golongan yang disebut oleh Alloh subhanahu wa ta’ala di dalam awal surat Al Ghasyiyah tersebut di atas.<span id="more-603"></span></p>
<p>Jadi, untuk menghilangkan rasa cemas itu, kita perlu mengetahui mengapa orang-orang yang disebutkan dalam ayat di atas sudah beramal tapi malah ganjarannya neraka? Bagaimanakah model amalan mereka?</p>
<p>Dengan mengkaji penjelasan para ulama terhadap ayat ini (Lihat: Majmu’ Al-Fatawa li Syaikhil Islam XVI:217, dan Shaid al-Khatir karya Ibn al-Jauzi I:373) kita bisa mengetahui bahwa ternyata rahasia kesialan mereka adalah karena mereka beramal tapi tidak memenuhi syarat-syarat diterimanya amalan.</p>
<p>Merujuk kepada dalil-dalil dari Al Quran dan Al Hadits kita bisa menemukan bahwa syarat pokok diterimanya amalan seorang hamba ada dua:</p>
<p>1. Ikhlas karena Alloh subhanahu wa ta’ala.<br />
2. Mengikuti tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Dua syarat ini disebutkan dengan jelas dalam akhir surat al-Kahfi:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">(فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً)</p>
<p style="text-align:left;"><em>“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Rabb-nya”</em>. (QS Al Kahfi: 110)</p>
</blockquote>
<p>Oleh karena itu Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini berkata, “Dua hal ini merupakan dua rukun amal yang diterima. (Jadi suatu amalan) harus ikhlas karena Alloh dan sesuai dengan syari’at Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam” (Lihat: Mudzakkirah fil ‘Aqidah, karya Dr. Shalih bin Sa’ad as-Suhaimy, hal: 9-12).</p>
<p>Mari kita mulai mempelajari bersama, syarat pertama diterimanya suatu amalan, yaitu syarat ikhlas karena Alloh ta’ala. Maksudnya adalah: seseorang hanya mengharapkan ridho Alloh dari setiap amalannya, bersih dari penyakit riya’ (ingin dilihat orang lain) dan sum’ah (ingin didengar orang lain), tidak mencari pujian dan balasan melainkan hanya dari-Nya. Pendek kata seluruh amalan yang ia kerjakan hanya ditujukan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala semata, dan ini merupakan inti ajaran aqidah yang dibawa oleh seluruh nabi dan rasul rodhiallohu ‘anhum. (Lihat: Mudzakkirah fil ‘Aqidah, karya Dr. Shalih bin Sa’ad as-Suhaimy, hal: 10)</p>
<p>Orang yang tidak mengikhlaskan amalannya untuk Alloh subhanahu wa ta’ala, tidak hanya mengakibatkan amalannya ditolak oleh Alloh, tapi juga kelak dia akan disiksa di neraka. Mari kita simak bersama hadits berikut ini:</p>
<blockquote><p>Suatu hari ketika Syufay al-Ashbahani memasuki kota Madinah, tiba-tiba dia mendapati seseorang yang sedang dikerumuni orang banyak, maka dia pun bertanya, “Siapakah orang ini?”. Mereka menjawab, “Ini adalah Abu Hurairah sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam”. Maka Syafi-pun mendekat hingga dia duduk di hadapan Abu Hurairah, yang saat itu dia sedang menyampaikan hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada para hadirin. Ketika selesai dan hadirin telah meninggalkan tempat, Syufay berkata, “Sebutkanlah untukku sebuah hadits yang engkau dengar langsung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan amat engkau hafal dan engkau pahami”. Abu Hurairah menjawab, “Baiklah, akan kuceritakan padamu suatu hadits yang aku dengar langsung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan amat aku pahami”. Saat Abu Hurairah akan menyebutkan hadits itu tiba-tiba beliau tidak sadarkan diri untuk beberapa saat. Ketika siuman dia kembali berkata, “Baiklah, akan kuceritakan padamu suatu hadits yang aku dengar langsung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan amat aku pahami”. Tiba-tiba Abu Hurairah tidak sadarkan diri lagi untuk beberapa saat. Ketika siuman dia kembali berkata, “Baiklah, akan kuceritakan padamu suatu hadits yang aku dengar langsung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di rumah ini, saat itu kami hanya berdua dengan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam”. Tiba-tiba Abu Hurairah tidak sadarkan diri lagi untuk beberapa saat. Ketika siuman dia mengusap wajahnya dan berkata, “Baiklah, akan kuceritakan padamu suatu hadits yang aku dengar langsung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di rumah ini, saat itu kami hanya berdua dengan beliaushalallahu ‘alaihi wa sallam”. Tiba-tiba Abu Hurairah tidak sadarkan diri lagi dalam waktu yang cukup panjang, hingga Syafipun menyandarkan Abu Hurairah ke tubuhnya, sampai beliau siuman. Ketika sadar beliau berkata, “Suatu saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku:</p>
<p style="text-align:right;">((إن الله تبارك و تعالى إذا كان يوم القيامة نزل إلى العباد ليقضي بينهم و كل أمة جاثية فأول من يدعو به رجل جمع القرآن ورجل يقتل في سبيل الله ورجل كثير مال فيقول للقارىء: ألم أعلمك ما أنزلت على رسولي ؟ قال: بلى يا رب, قال: فماذا عملت فيما علمت؟, قال: كنت أقوم به أثناء الليل و آناء النهار, فيقول الله له: كذبت, وتقول الملائكة: كذبت, ويقول الله: بل أردت أن يقال: فلان قارىء فقد قيل. ويؤتى بصاحب المال فيقول الله: ألم أوسع عليك حتى لم أدعك تحتاج إلى أحد؟, قال: بلى, قال: فماذا عملت فيما آتيتك؟, قال: كنت أصل الرحم و أتصدق, فيقول الله: كذبت, وتقول الملائكة: كذبت, فيقول الله: بل أردت أن يقال فلان جواد فقد قيل ذاك. ويؤتى بالذي قتل في سبيل الله فيقال له: فيم قتلت؟, فيقول: أمرت بالجهاد في سبيلك فقاتلت حتى قتلت, فيقول الله: كذبت, وتقول الملائكة: كذبت, و يقول الله عز و جل له: بل أردت أن يقال فلان جريء فقد قيل ذلك, ثم ضرب رسول الله صلى الله عليه وسلم على ركبتي فقال: يا أبا هريرة أولئك الثلاثة أول خلق الله تسعر بهم النار يوم القيامة)).</p>
<p><em>“Sesungguhnya pada hari kiamat nanti Alloh subhanahu wa ta’ala akan turun kepada para hamba-Nya untuk mengadili mereka, dan saat itu masing-masing dari mereka dalam keadaan berlutut. Lantas yang pertama kali dipanggil oleh-Nya (tiga orang): Seorang yang rajin membaca Al Quran, orang yang berperang di jalan Alloh dan orang yang hartanya banyak. Maka Alloh pun berkata kepada si qori’, “Bukankah Aku telah mengajarkan padamu apa yang telah Aku turunkan kepada Rasul-Ku?” Si qori’ menjawab, “Benar ya Alloh”. Alloh kembali bertanya, “Lantas apa yang telah engkau amalkan dengan ilmu yang engkau miliki?” Si Qori menjawab, “Aku (pergunakan ayat-ayat Al Quran) yang kupunyai untuk dibaca dalam shalat di siang maupun malam hari” serta merta Alloh berkata, “Engkau telah berdusta!”. Para malaikat juga berkata, “Engkau dusta!” Lantas Alloh berfirman, “Akan tetapi (engkau membaca Al Quran) agar supaya engkau disebut-sebut qori’! Dan (pujian) itu telah engkau dapatkan (di dunia)”. Kemudian didatangkanlah seorang yang kaya raya, lantas Alloh berfirman padanya, “Bukankah telah Kuluaskan (rizki)mu hingga engkau tidak lagi membutuhkan kepada seseorang?”. Dia menyahut, “Betul”. Alloh kembali bertanya, “Lantas engkau gunakan untuk apa (harta) yang telah Kuberikan padamu?”. Si kaya menjawab, “(Harta itu) aku gunakan untuk silaturrahmi dan bersedekah”. Serta merta Alloh berkata, “Engkau dusta!”. Para malaikat juga berkata, “Engkau dusta!”. Lalu Alloh berfirman, “Akan tetap engkau ingin agar dikatakan sebagai orang yang dermawan!. Dan (pujian) itu telah engkau dapatkan (di dunia)”. Lantas didatangkan orang yang berperang di jalan Alloh, kemudian dikatakan padanya, “Apa tujuanmu berperang?”. Orang itu menjawab, “(Karena) Engkau memerintahkan untuk berjihad di jalan-Mu, maka aku pun berperang hingga aku terbunuh (di medan perang)”. Serta merta Alloh berkata, “Engkau dusta!”. Para malaikat juga berkata, “Engkau dusta!”. Lalu Alloh berfirman, “Akan tetap engkau ingin agar dikatakan engkau adalah si pemberani!. Dan (pujian) itu telah engkau dapatkan (di dunia)”. Lantas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menepuk lututku sambil berkata, “Wahai Abu Hurairah, mereka bertiga adalah makhluk Alloh yang pertama kali yang dikobarkan dengannya api neraka di hari kiamat”</em> (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahihnya IV:115, no: 2482, Ibnu Hibban juga dalam kitab Shahihnya II:135, no: 408. Al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/415 berkata, “Isnadnya shahih” dan disepakati oleh adz-Dzahaby dan Al Albani)</p></blockquote>
<p>Meskipun masing-masing dari mereka bertiga memiliki amalan yang banyak, akan tetapi justru dimasukkan oleh Alloh ke dalam neraka pertama kali, itu semua gara-gara amalan mereka tidak ikhlas karena Alloh subhanahu wa ta’ala. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dikaruniai Alloh keikhlasan dalam setiap amalan. Amien.</p>
<p>Berhubung ibadah haji juga merupakan suatu amalan shalih yang sangat agung, bahkan merupakan rukun Islam yang kelima, maka kita pun dituntut untuk ikhlas dalam mengamalkannya, semata-mata mengharap ridho Alloh subhanahu wa ta’ala. Hal ini perlu untuk senantiasa ditekankan, karena diakui atau tidak, masih ada, atau bahkan mungkin masih banyak orang-orang yang berangkat haji dengan niat yang dicemari oleh kepentingan-kepentingan duniawi. Ada dari mereka yang berhaji supaya setelah pulang nanti dipanggil pak haji atau bu haji, hingga jika suatu saat ada tetangga yang lupa ketika memanggil dengan tidak menyebutkan pak haji, dia pun tidak mau menoleh. Ada yang berhaji dengan tujuan untuk memperlancar rencana dia untuk meraih kursi di pemerintahan. Ada yang berhaji dengan tujuan agar disegani oleh rekan bisnisnya, dan masih banyak tujuan-tujuan duniawi lain yang bisa mengotori niat ibadah haji seseorang. Kalau kotoran-kotoran tersebut tidak segera kita bersihkan dari diri kita maka niscaya usaha kita menabung puluhan tahun agar bisa berhaji akan sia-sia!. Kita hanya akan pulang dengan membawa rasa penat dan letih!. Kita hanya akan pulang dengan tangan hampa! Dan yang lebih menyedihkan dari itu semua, apa yang Alloh ceritakan di dalam ayat di bawah ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">(وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُوراً)</p>
<p><em>“Dan Kami datang kepada amalan yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan”</em> (QS Al Furqan: 23)</p></blockquote>
<p>Maka, jika ada di antara kita yang masih mengotori niatnya dalam berhaji dengan kotoran-kotoran duniawi, mari kita bersihkan kotoran-kotoran tersebut dari sekarang agar kelak kita tidak menyesal. Juga kita berusaha mempelajari nilai-nilai keimanan yang terkandung di dalam ibadah haji kita, agar ibadah yang agung ini tidak terasa hambar, dan agar ibadah haji yang kita kerjakan ini semakin memperkuat akidah kita.</p>
<p>Sepengetahuan kami, buku terbaik yang ditulis untuk mengungkap rahasia keterkaitan ibadah haji dengan fondasi agama Islam, yakni akidah, adalah buku yang berjudul “Pancaran Nilai-Nilai Keimanan dalam Ibadah Haji” (Judul aslinya dalam bahasa Arab, “Durus ‘Aqadiyah Mustafadah Minal Hajj”, yang kemudian diterjemahkan dan diringkas lalu kami beri judul dengan judul di atas), yang ditulis oleh Syaikh. Prof. Dr. Abdurrozaq bin Abdul Muhsin al-’Abbad al-Badr, salah seorang dosen pasca sarjana di Universitas Islam Madinah. Maka kami melihat bahwa seharusnya setiap jamaah haji berusaha untuk membaca buku ini sebelum berhaji, agar dia bisa berhaji dengan mantap.</p>
<p>Adapun syarat yang kedua agar amalan kita diterima adalah: Mengikuti tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Artinya: Amalan yang kita kerjakan untuk mendekatkan diri kita kepada Alloh subhanahu wa ta’ala harus sesuai dengan apa yang diterangkan oleh Alloh dan oleh Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab agama kita yang mulia ini telah disempurnakan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala sebelum Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memejamkan kedua matanya untuk selama-lamanya. Maka agama kita ini sama sekali tidak membutuhkan kepada seseorang untuk menambah sesuatu ke dalamnya, ataupun menguranginya.</p>
<p>Alloh subhanahu wa ta’ala telah berfirman:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">(الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً)</p>
<p><em>“Pada hari ini telah telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian”</em>. (QS Al Maaidah: 3)</p></blockquote>
<p>Banyak sekali ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan kita untuk mengikuti Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, serta memperingatkan kita agar tidak membuat hal-hal yang baru dalam agama, yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya adalah firman Alloh:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">(قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ)</p>
<p><em>“Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kalian (benar-benar) mencintai Alloh hendaklah kalian mengikutiku, niscaya Alloh akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.</em>(QS Ali Imran: 31)</p></blockquote>
<p>Dan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">(عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي, عضوا عليها بالنواجذ, وإياكم ومحدثات الأمور, فإن كل محدثة بدعة, وكل بدعة ضلالة, وكل ضلالة في النار)</p>
<p><em>“Hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunahku dan sunnah para khalifah ar-rasyidin (yang diberi petunjuk) sesudahku, gigitlah dengan gigi geraham kalian, dan hati-hatilah dari setiap perkara yang baru (dalam agama), karena sesungguhnya perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan adalah di neraka”</em> (HR. At-Tirmidzi IV:149 dan Ibnu Majah II:1025)</p></blockquote>
<p>Dalam hadits lain Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">(من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد) متفق عليه</p>
<p><em>“Barang siapa yang membuat hal-hal yang baru di dalam perkara (agama) ini yang bukan merupakan bagian darinya, maka amalan itu akan tertolak”</em> (HR Bukhari III:241 dan Muslim V:132)</p></blockquote>
<p>Ayat-ayat dan hadits-hadits tersebut di atas telah menegaskan akan wajibnya mengikuti tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam beramal. Barang siapa yang beramal tidak sesuai dengan tuntunan Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam maka amalannya akan ditolak alias tidak diterima, meskipun amalannya besar, meskipun amalan itu telah membudaya di kalangan kaum muslimin ataupun amalan tersebut kelihatannya menurut kaca mata sebagian orang baik. Pendek kata yang harus dijadikan barometer untuk menilai baik tidaknya suatu amalan bukanlah akal manusia, akan tetapi setiap amalan harus di timbang dengan timbangan syariat; Al Quran dan Al Hadits. Apa yang sesuai dengan keduanya kita kerjakan, dan apa yang tidak sesuai kita tinggalkan. Inilah jalan seorang muslim yang sejati.</p>
<p>Di zaman kita ini telah menjamur di kalangan sebagian masyarakat amalan-amalan yang dianggap ibadah, padahal sama sekali tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabatnya. Apakah mereka lebih paham tentang agama Islam daripada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya? Ataukah mereka telah memiliki tuntunan yang berbeda dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya?</p>
<p>Maka marilah mulai detik ini kita kembali mengoreksi amalan-amalan yang selama ini kita kerjakan, sudahkah amalan kita sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam? Sudahkah kita mempelajari bagaimana cara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sholat? Sudahkah kita mempelajari bagaimana cara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berhaji? Ketahuilah bahwa beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">(خذوا عنى مناسككم)</p>
<p><em>”Ambillah oleh kalian manasik haji dariku”</em> (HR Muslim no: 1297)</p></blockquote>
<p>Berkaitan dengan masalah sholat, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">(صلوا كما رأيتموني أصلي)</p>
<p><em>”Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat”</em> (HR Bukhari no: 631)</p></blockquote>
<p>Dengan merealisasikan dua syarat ini yakni ikhlas dan mengikuti tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam niscaya amalan kita akan diterima, dan kita akan termasuk golongan yang diceritakan oleh Alloh ta’ala dalam firman-Nya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:right;">وُجُوهُُيَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ {8} لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ {9} فيِ جَنَّةٍ عَالِيَةٍ</p>
<p><em>“Banyak muka pada hari itu berseri-seri, mereka senang karena amalannya, dalam surga yang tinggi”</em> (QS Al Ghasyiyah: 8-10)</p></blockquote>
<p><em>Wallohu ta’ala a’lam, wa shallallohu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in</em>. Selamat berhaji, semoga mabrur… Amien…</p>
<p><strong>Dipersembahkan oleh:</strong><br />
Tim Mahasiswa Indonesia Universitas Islam Madinah, PO Box: 10234 Madinah KSA</p>
<p><strong>Sumber : <a href="http://muslim.or.id" target="_blank">muslim.or.id</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=603&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/14/agar-amalan-kita-diterima-di-sisi-alloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WAJIBNYA MENGIKUTI SUNNAH 04</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/13/wajibnya-mengikuti-sunnah-04/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/13/wajibnya-mengikuti-sunnah-04/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 04:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah & Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[MANHAJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[
PERNYATAAN PARA IMAM UNTUK MENGIKUTI SUNNAH DAN MENINGGALKAN  YANG MENYALAHI SUNNAH


Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin  Al-Albani

[4]. AHMAD BIN HANBAL
Ahmad bin Hanbal merupakan seorang imam yang paling  banyak menghimpun Hadits dan berpegang teguh padanya, sehingga beliau benci  menjamah kitab-kitab yang memuat masalah furu&#8217; dan ra&#8217;yu [1].
Beliau  menyatakan sebagai berikut :
[a] &#8220;Janganlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=596&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-595" title="madinah" src="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/madinah.jpeg?w=140&#038;h=100" alt="madinah" width="140" height="100" /><span style="color:#008000;"><strong></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>PERNYATAAN PARA IMAM UNTUK MENGIKUTI SUNNAH DAN MENINGGALKAN  YANG MENYALAHI SUNNAH<br />
</strong></span>
</p>
<p style="text-align:center;">Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin  Al-Albani</p>
<p style="text-align:center;">
<p align="justify"><strong>[4]. AHMAD BIN HANBAL</strong><br />
Ahmad bin Hanbal merupakan seorang imam yang paling  banyak menghimpun Hadits dan berpegang teguh padanya, sehingga beliau benci  menjamah kitab-kitab yang memuat masalah furu&#8217; dan ra&#8217;yu [1].</p>
<p>Beliau  menyatakan sebagai berikut :<span id="more-596"></span></p>
<p>[a] &#8220;Janganlah engkau taqlid kepadaku atau  kepada Malik, Sayfi&#8217;i, Auza&#8217;i dan Tsauri, tetapi ambillah dari sumber mereka  mengambil [2]. Pada riwayat lain disebutkan : &#8220;Janganlah kamu taqlid kepada  siapapun mereka dalam urusan agamamu. Apa yang datang dari Nabi Shallallahu  &#8216;alaihi wa sallam dan para sahabatnya, itulah hendaknya yang kamu ambil. Adapun  tentang tabi&#8217;in, setiap orang boleh memilihnya (menolak atau menerima)&#8221; Kali  lain dia berkata : &#8220;Yang dinamakan ittiba&#8217; yaitu mengikuti apa yang datang dari  Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan para sahabatnya, sedangkan yang datang  dari para tabi&#8217;in boleh dipilih&#8221;. [3]</p>
<p>[b] &#8221; Pendapat Auza&#8217;i, Malik dan  Abu Hanifah adalah ra&#8217;yu (pikiran). Bagi saya semua ra&#8217;yu sama saja, tetapi yang  menjadi hujjah agama adalah yang ada pada atsar (Hadits)&#8221; [4]</p>
<p>[c]  &#8220;Barangsiapa yang menolak Hadits Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, dia  berada di jurang kehancuran&#8221; [5]</p>
<p>Demikianlah pernyataan para imam dalam  menyuruh orang untuk berpegang teguh pada Hadits dan melarang mengikuti mereka  tanpa sikap kritis. Pernyataan mereka itu sudah jelas tidak bisa dibantah dan  diputarbalikkan lagi. Mereka mewajibkan berpegang pada semua hadits yang shahih  sekalipun bertentangan dengan sebagian pendapat mereka tersebut dan sikap  semacam itu tidak dikatakan menyalahi madzhab mereka dan keluar dari metode  mereka, bahkan sikap itulah yang disebut mengikuti mereka dan berpegang pada  tali yang kuat yang tidak akan putus. Akan tetapi, tidaklah demikian halnya bila  seseorang meninggalkan Hadits-hadits yang shahih karena dipandang menyalahi  pendapat mereka. Bahkan orang yang berbuat demikian telah durhaka kepada mereka  dan menyalahi pendapat-pendapat mereka yang telah dikemukakan di atas. Allah  berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Demi Tuhanmu, mereka itu tidak dikatakan beriman  sehingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim dalam menyelesaikan sengketa  diantara mereka, kemudian mereka tidak berkeberatan terhadap keputusanmu dan  menerimanya dengan sepenuh ketulusan hati&#8221;. [An-Nisa' : 65]</p>
<p>Allah juga  berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Orang-orang yang menyalahi perintahnya hendaklah  takut fitnah akan menerima mereka atau azab yang pedih akan menimpa mereka&#8221;.  [An-Nur : 63]</p>
<p>Imam Hafizh Ibnu Rajab berkata :</p>
<p>&#8220;Kewajiban orang  yang telah menerima dan mengetahui perintah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam adalah menyampaikan kepada ummat, menasihati mereka, dan menyuruh mereka  untuk mengikutinya sekalipun bertentangan dengan pendapat mayoritas ummat.  Perintah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam lebih berhak untuk dimuliakan  dan diikuti dibandingkan dengan pendapat tokoh mana pun yang menyalahi  perintahnya, yang terkadang pendapat mereka itu salah. Oleh karena itulah, para  sahabat dan para tabi&#8217;in selalu menolak pendapat yang menyalahi Hadits yang  shahih dengan penolakan yang keras [6] yang mereka lakukan bukan karena benci,  tetapi karena rasa hormat. Akan tetapi, rasa hormat mereka kepada Rasulullah  Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam jauh lebih tinggi daripada yang lain dan kedudukan  Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam jauh diatas mahluk lainnya. Bila perintah  Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ternyata berlawanan dengan perintah  yang lain, perintah beliau lebih utama didahulukan dan diikuti, tanpa sikap  merendahkan orang yang berbeda dengan perintah beliau, sekalipun orang itu  mendapatkan ampunan dari Allah. [7] Bahkan orang yang mendapat ampunan dari  Allah, yang pendapatnya menyalahi perintah Rasuluallah Shallallahu &#8216;alaihi wa  sallam tidak merasa benci bila seseorang meninggalkan pendapatnya, ketika ia  mendapati bahwa ketentuan Rasulullah berlawanan dengan pendapatnya.  [8]</p>
<p>Komentar saya : Bagaimana mereka (para imam) membenci sikap semacam  itu, padahal mereka sendiri menyuruh para pengikutnya untuk berbuat begitu,  seperti yang telah disebut keterangannya di atas. Mereka mewajibkan para  pengikutnya untuk meninggalkan pendapat-pendapat mereka, bila bertentangan  dengan Hadits Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Bahkan Imam Syafi&#8217;i menyuruh  para muridnya untuk mengatasnamakan dirinya terhadap setiap Hadits yang shahih,  sekalipun beliau tidak meriwayatkannya, atau bahkan pendapatnya bertentangan  dengan Hadits itu. Oleh karena itu, Ibnu Daqiq Al-&#8217;Id mengumpulkan berbagai  Hadits yang dikategorikan bertentangan dengan pendapat dari salah satu atau  seluruh imam yang empat, dalam sebuah buku besar. Beliau mengatakan pada  pendahulunya :</p>
<p>&#8220;Mengatasnamakan para imam mujtahid tentang berbagai  masalah yang bertentangan dengan Hadits shahih adalah haram&#8221;. Para ahli fiqih  yang taqlid kepada mereka wajib mengetahui bahwa tidak boleh mengatasnamakan  masalah itu kepada mereka. sehingga berdusta atas nama mereka.  [9]</p>
<p>[Disalin dari Muqaddimah Shifatu Shalati An-Nabiyyi  Shallallahu 'alaihi wa sallama min At-takbiri ilaa At-Tasliimi Ka-annaka  Taraahaa, edisi Indonesia Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, oleh  Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, terbitan Media Hidayah hal. 60-63,  penerjemah Muhammad Thalib]<br />
_________<br />
Foote Note<br />
1] Ibnu Jauzi dalam  Al-Manaqib hal. 192<br />
[2] Al-Filani hal. 113 dan Ibnul Qayyim dalam Al-I&#8217;lam  (II/302)<br />
[3] Abu Dawud dalam Masa&#8217;il Imam Ahmad hal. 276-277<br />
[4] Ibnu  Badul Barr dalam Al-Jami&#8217; (II/149)<br />
[5] Ibnul Jauzi hal. 142<br />
[6] Komentar  saya : &#8220;Bahkan bapak-bapak dan ulama-ulama mereka juga begitu, sebagaimana  diriwayatkan oleh Thahawi dala Syarah Ma&#8217;anil Atsar (I/372). Abu Ya&#8217;la dalam  Musnad-nya (III/1317) dengan sanad jayyid dan rawi-rawinya orang kepercayaan,  dari Salim bin Abdullah bin Umar, ujarnya :</p>
<p>&#8220;Saya pernah duduk bersama  Ibnu &#8216;Umar di dalam masjid. Tiba-tiba salah seorang laki-laki dari penduduk Syam  datang kepadanya, lalu menanyakan masalah umrah dalam haji tamattu&#8221;. Ibnu Umar  menjawab :&#8221;Baik&#8221;. Orang itu bertanya lagi : &#8220;Benarkan bapakmu dahulu melarang  melakukan hal ini?&#8221; Jawabnya &#8220;Celakalah engkau. Sekiranya bapakku dulu pernah  melarang, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah melakukannya dan  menyuruh berbuat seperti itu. Apakah engkau akan mengambil ucapan bapakku  ataukah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ?&#8221; Orang itu berkata :  &#8220;Mengambil perintah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam&#8221;. Ibnu Umar berkata  : &#8220;Pergilah dari aku&#8221; (Hadits Riwayat Ahmad, Hadits No. 5700). Semakna dengan  riwayat ini disebutkan oleh Tirmidzi pada Syarah Tahfah (II/82) dan disahkan  olehnya. Diriwayatkan pula oleh Ibnu &#8216;Asakir (VII/51/1) dari Ibnu Abu Dzi&#8217;ib. Ia  berkata : &#8220;Sa&#8217;ad bin Ibrahim bin Abdurrahman bin &#8216;Auf pernah menjatuhkan hukuman  kepada seseorang berdasarkan pendapat Rabi&#8217;ah bin Abi Abdurrahman, lalu saya  sampaikan kepadanya riwayat dari Rasulullah yang berlainan dengan hukum yang  telah ditetapkannya. Sa&#8217;ad berkata kepada Rabi&#8217;ah : &#8216;Orang ini adalah Ibnu Abi  Dzi&#8217;ib, seorang yang saya pandang dapat dipercaya. Dia meriwayatkan dari Nabi  Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam riwayat yang berlainan dengan ketetapan yang aku  putuskan. &#8216;Rabi&#8217;ah berkata kepadanya : &#8216;Anda telah berijtihad dan keputusan Anda  ada lebih dulu&#8217;. Sa&#8217;ad berkata :&#8217;Duhai, apakah ketetapan Saad terus berlaku dan  ketetapan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak diberlakukan ? Mestinya  aku menolak ketetapan Sa&#8217;ad bin Ummi Sa&#8217;ad dan aku jalankan ketetapan Rasulullah  Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam&#8217;. Lalu Sa&#8217;ad meminta surat keputusannya, kemudian  merobeknya dan membuat ketetapan baru ini kepada orang yang dikenai  putusan&#8221;.</p>
<p>[7] Komentar saya : &#8220;Bahkan orang seperti itu mendapat pahala  sebagaimana sabda Rasulullah Shallalalhu &#8216;alaihi wa sallam : &#8220;Apabila seorang  hakim berijtihad dalam menetapkan suatu hukum dan ijtihadnya benar, ia mendapat  dua pahala ; jika ia berijtihad dalam menetapkan hukum dan ijtihadnya salah, ia  mendapat satu pahala&#8221;. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim dan  lain-lain).</p>
<p>[8] Beliau nukil dalam Kitab Ta&#8217;liq &#8216;ala Iqazhul Humam hal.  93</p>
<p>[9] Al-Filani hal. 99</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1219/slash/0">http://www.almanhaj.or.id/content/1219/slash/0</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/596/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=596&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/04/13/wajibnya-mengikuti-sunnah-04/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/04/madinah.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">madinah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MP3 : Murottal Ibrahim Jibrin</title>
		<link>http://izkahubb.wordpress.com/2009/03/30/566/</link>
		<comments>http://izkahubb.wordpress.com/2009/03/30/566/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 11:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizqi Malahadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[Murottal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izkahubb.wordpress.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Silahkan download Lantunan Ayat Suci Al-Qur-an Juz &#8216;Amma (Juz 30) yang dibacakan oleh Syaikh Ibrahim Al-Jibrin dibawah ini :


000 Muqaddimah.mp3
078 An-Naba&#8217;.mp3
079 An-Naazi&#8217;aat.mp3
080 &#8216;Abasa.mp3
081 At-Takwiir.mp3
082 Al-Infithaar.mp3
083 Al-Muthaffifiin.mp3
084 Al-Insyiqaaq.mp3
085 Al-Buruuj.mp3
086 Ath-Thaariq.mp3
087 Al-A&#8217;laa.mp3
088 Al-Ghaasyiyah.mp3
089 Al-Fajr.mp3
090 Al-Balad.mp3
091 Asy-Syams.mp3
092 Al-Lail.mp3
093 Adh-Dhuhaa.mp3
094 Alam Nasyrah.mp3
095 At-Tiin.mp3
096 Al-&#8217;Alaq.mp3
097 Al-Qadr.mp3
098 Al-Bayyinah.mp3
099 Al-Zalzalah.mp3
100 Al-&#8217;Aadiyaat.mp3
101 Al-Qaari&#8217;ah.mp3
102 At-Takaatsur.mp3
103 Al-&#8217;Ashr.mp3
104 Al-Humazah.mp3
105 Al-Fiil.mp3
106 Quraisy.mp3
107 Al-Maa&#8217;uun.mp3
108 Al-Kautsar.mp3
109 Al-Kaafiruun.mp3
110 An-Nashr.mp3
111 Al-Lahab.mp3
112 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=566&subd=izkahubb&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><img class="alignright size-full wp-image-567" title="quran" src="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/03/quran.jpg?w=131&#038;h=121" alt="quran" width="131" height="121" /></span><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Silahkan download Lantunan Ayat Suci Al-Qur-an Juz &#8216;Amma (Juz 30) yang dibacakan oleh Syaikh Ibrahim Al-Jibrin dibawah ini :</span></span><span style="color:#008000;"><span id="more-566"></span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<ul>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26Y7YHZTJTOE/000%20Muqaddimah.mp3">000 Muqaddimah.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/2665925YJ54I/078%20An-Naba%27.mp3">078 An-Naba&#8217;.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/264C3V7A4TMZ/079%20An-Naazi%27aat.mp3">079 An-Naazi&#8217;aat.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26SO40A2BTQ3/080%20%27Abasa.mp3">080 &#8216;Abasa.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/261IGNXGQO5G/081%20At-Takwiir.mp3">081 At-Takwiir.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26FTWYTD9XEZ/082%20Al-Infithaar.mp3">082 Al-Infithaar.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/269INRMWQFHD/083%20Al-Muthaffifiin.mp3">083 Al-Muthaffifiin.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26LU1KI4OJQE/084%20Al-Insyiqaaq.mp3">084 Al-Insyiqaaq.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/264ALE7LX4W4/085%20Al-Buruuj.mp3">085 Al-Buruuj.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/266JJR5Q6LHE/086%20Ath-Thaariq.mp3">086 Ath-Thaariq.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26Q2A8VFIC1L/087%20Al-A%27laa.mp3">087 Al-A&#8217;laa.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26WYBEDX9Y80/088%20Al-Ghaasyiyah.mp3">088 Al-Ghaasyiyah.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26GMJT2KXZPM/089%20Al-Fajr.mp3">089 Al-Fajr.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26L1F054W5ZV/090%20Al-Balad.mp3">090 Al-Balad.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/264897OYIHXI/091%20Asy-Syams.mp3">091 Asy-Syams.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/261PXN7BDYG8/092%20Al-Lail.mp3">092 Al-Lail.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26IX4IIAH3E8/093%20Adh-Dhuhaa.mp3">093 Adh-Dhuhaa.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/267ZULGPY9YM/094%20Alam%20Nasyrah.mp3">094 Alam Nasyrah.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/260OIA0WE9X4/095%20At-Tiin.mp3">095 At-Tiin.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26BPT88M3LLR/096%20Al-%27Alaq.mp3">096 Al-&#8217;Alaq.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/2681E26O60SM/097%20Al-Qadr.mp3">097 Al-Qadr.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26NHQQ3A766B/098%20Al-Bayyinah.mp3">098 Al-Bayyinah.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26QYQV1SH3ZZ/099%20Al-Zalzalah.mp3">099 Al-Zalzalah.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26VEK1Q73LA2/100%20Al-%27Aadiyaat.mp3">100 Al-&#8217;Aadiyaat.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26QD7Y15EVDQ/101%20Al-Qaari%27ah.mp3">101 Al-Qaari&#8217;ah.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26DC4H6GWVB5/102%20At-Takaatsur.mp3">102 At-Takaatsur.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26CY3KISVDUL/103%20Al-%27Ashr.mp3">103 Al-&#8217;Ashr.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26QDFFPXLO79/104%20Al-Humazah.mp3">104 Al-Humazah.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26YYP0TOBRSJ/105%20Al-Fiil.mp3">105 Al-Fiil.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26V29PG5PJPT/106%20Quraisy.mp3">106 Quraisy.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/268UWF4XM5CR/107%20Al-Maa%27uun.mp3">107 Al-Maa&#8217;uun.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/2698OFYTDCU5/108%20Al-Kautsar.mp3">108 Al-Kautsar.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26LWESB487XE/109%20Al-Kaafiruun.mp3">109 Al-Kaafiruun.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26ISJMTTEYXG/110%20An-Nashr.mp3">110 An-Nashr.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26LTXFOOKWPE/111%20Al-Lahab.mp3">111 Al-Lahab.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/2607OE7I5XZT/112%20Al-Ikhlash.mp3">112 Al-Ikhlash.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26PMBSUDZIRU/113%20Al-Falaq.mp3">113 Al-Falaq.mp3</a></li>
<li><a href="http://www.salafishare.com/id/26N0GBX3R5P1/114%20An-Naas.mp3">114 An-Naas.mp3</a></li>
</ul>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/izkahubb.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/izkahubb.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/izkahubb.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/izkahubb.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/izkahubb.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/izkahubb.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/izkahubb.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/izkahubb.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/izkahubb.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/izkahubb.wordpress.com/566/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=izkahubb.wordpress.com&blog=1018171&post=566&subd=izkahubb&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izkahubb.wordpress.com/2009/03/30/566/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Rizqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://izkahubb.files.wordpress.com/2009/03/quran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">quran</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>