One comment on “Fenomena Bid’ah di Bulan Rajab

  1. Puasa dibulan Rajab. Adalah satu perkerjaan yang menjadi ikhtilaf diantara ulama salaf dahulu. Sebaiknya bagi orang yang berada dizaman sekarang tidak perlu mendiskriminasikan kepada mereka yang melakukan, walaupun bagi yang mentabdi’kan itu merasa mempunyai dalil yang kuat. Namun kalau mengacu kepada asal hukum itu dari dahulu sudah banyak para ulama yang membahasnya. Seperti dalam mazhab syafii, Maliki, dan ulama lainnya mereka beranggapan bahwa puasa bulan rajab. Itu bagian yang disunnahkan setelah puasa romadhan. Hal ini didasarkan. Hadits yang dikeluarkan Ibnu Majah dan Abu Daud:”Puasalah pada bulan-bulan yang diharamkan” bulan yang diharamkan diantaranya adalah bulan Rajab.
    Imam Muslim mengeluarkan hadits:”Aku bertanya kepada Said bin Jubair tentang puasa Rajab,:beliau berkata: Aku mendengar Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw berpuasa sehingga kami berkata: tidak pernah berbuka, dan berbuka sehingga kami berkata tidak berpuasa: Imam Nawawi dalam Syarah Muslim berkata: yang Zhohir maksud Sa’ad bin Zubair dengan dalil ini bahwasanya tidak ada larangannya, dan tidak ada kesunnahan untuk menentukannya, bahkan hukumnya sama seperti bulan yang lain. Tetapi dasar puasa itu adalah sunnah. Dalam sunan Abu Daud dikatakan, bahwa Rasul mensunnahkan puasa pada bulan yang diharamkan, dan Rajab salah satunya. Jadi bagi mereka yang mengamalkan tidaklah termasuk dari perbuatan bid’ah yang diharamkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s